Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Di IPB, Para Peneliti Paparkan Teknologi untuk Perikanan Tangkap Berkelanjutan 

Bagikan
IPB University dan para peneliti memaparkan kajian ilmiah mereka soal perikanan tangkap (IPB University)
IPB University dan para peneliti memaparkan kajian ilmiah mereka soal perikanan tangkap (IPB University)

PanganNews.id, Bogor - Sejumlah peneliti luar dan dalam negeri memaparkan  makalah dari  hasil penelitian mereka berupa teknologi terkini, juga konsep-konsep baru yang dapat digunakan untuk mengembangkan perikanan tangkap.

Hasil penelitian mereka dipaparkan dalam kegiatan  ‘The 2nd Capture Fisheries International Seminar: Smart Technology for Quota-Based Sustainable Fisheries’. di IPB International Convention Center (IICC). 

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan kegiatan ini dapat menjadi ajang menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian di bidang perikanan tangkap. Forum ilmiah semacam ini juga dapat dijadikan sebagai informasi atau bahan referensi bagi para pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyinergikan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam penguatan sektor perikanan dan kelautan dengan menerapkan teknologi dan pelestarian lingkungan," kata Prof Arif dalam keterangannya, Selasa 17 Oktober 2023.

Ia berharap penelitian ini dapat meningkatkan jumlah publikasi penelitian pada jurnal internasional bereputasi dari para peneliti. "Sehingga, hal ini berimbas pada perkembangan industri perikanan tangkap,” papar dia. 

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), Dr I Nyoman Radiarta menyampaikan pentingnya seminar internasional ini bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pasalnya, saat ini KKP memiliki regulasi baru terkait kuota penangkapan ikan. 

“Karena itu, melalui media ini, kita sosialisasikan dan perkenalkan kebijakan sumber daya perikanan secara berkelanjutan,” ucapnya.

Ia menambahkan, KKP tengah mengusung lima program prioritas berbasis pada ekonomi biru. Kelima program tersebut satu diantaranya adalah penangkapan ikan terukur berbasis kuota yang sangat relevan dengan seminar ini.

Dekan FPIK IPB University, Prof Fredinan Yulianda menambahkan bahwa IPB University sebagai perguruan tinggi ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan perikanan secara berkelanjutan, terutama dari aspek saintifik.

“Kebijakan pemerintah harus bisa mendorong optimalisasi perikanan tangkap. Jangan sampai kebijakan ‘policy’ justru menjadi penghambat. Untuk memperkuat policy itu butuh saintifik teknologi, di situlah peran kami. Perannya dibutuhkan untuk mengisi latar belakang terbentuknya kebijakan dan mendukung program perikanan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof Fredinan menuturkan bahwa seminar ini merupakan lesson learn yang bisa dimanfaatkan untuk memotret problematika yang terjadi di berbagai negara. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa problem di Indonesia tentu tidak sama dengan yang terjadi di negara lain.

“Ajang ini merupakan media kita untuk mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada pengembangan perikanan. Dengan beragam persoalan dan belajar dari negara lain, kita bisa memperbaiki perikanan nasional kita,” pungkasnya. 

Reporter : Egi Abdul Mugni 
Editor : R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal