PanganNews.id - Garut - Hari Pangan Sedunia, diperingati setiap tanggal 16 Oktober, menjadi momentum bagi Kabupaten Garut bersama 185 kabupaten/kota lain di Indonesia untuk menyelenggarakan Gelar Pangan Murah (GPM) serentak
Salah satunya berlangsung di Kantor Pusat Pelayanan Pendapatan Daerah (PPPD) atau Samsat Kabupaten Garut, belum lama ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Haeruman, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan hasil kolaborasi yang melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi (DKPP) Jawa Barat, serta DKP Kabupaten Garut.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu agar mereka bisa memperoleh pangan dengan harga terjangkau.
"Kegiatan ini sebetulnya tidak hanya dilakukan di halaman Samsat, nanti ke depan juga kami akan terus melakukan untuk beberapa wilayah termasuk di wilayah 4 kecamatan, Kecamatan Sukawening, Karangtengah, Sucinaraja, dan Wanaraja kegiatan serupa akan kami lakukan,” ungkapnya.
Di Kabupaten Garut, angka kemiskinan ekstrem mencapai sekitar 82 ribu jiwa, dengan 14.975 kepala keluarga berada di desil 1. Haeruman menyampaikan bahwa kegiatan GPM ini sangat diapresiasi oleh masyarakat, terutama di tengah kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Bantuan pangan murah ini diharapkan bisa membantu meringankan beban rumah tangga, khususnya masyarakat yang kurang mampu.
"Kami juga sedang melakukan pendataan terkait masyarakat petani yang gagal panen akibat kekeringan, dan berencana mengajukan bantuan tambahan ke provinsi," imbuhnya.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, pihaknya telah menyediakan 2 ton beras, 6 kuintal minyak goreng, serta beberapa bahan pokok lain seperti gula, telur, dan terigu. Harga bahan pokok yang ditawarkan adalah beras seharga Rp10.000/kg, minyak goreng seharga Rp11.000/liter, telur seharga Rp22.000/kg, gula seharga Rp11.000/kg, dan terigu seharga Rp9.000/kg.
Haeruman juga menekankan pentingnya penggunaan kupon sebagai sarana untuk memastikan distribusi pangan berjalan dengan tertib.
"Jadi ini salah satu upaya supaya tertibnya pendistribusian gelar pangan murah," katanya.
Penulis : Ajat Nicko
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.