PanganNews.id, Bogor - Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap para petani Kota Bogor,
Atang Trisnanto menyoroti isu-isu yang memengaruhi kesejahteraan para petani dan perlindungan lahan pertanian.
Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Pangannews.id di Bogor pada Selasa, 24 Oktober 2023.
Ketua DPRD Kota Bogor yang juga peraih gelar doktor dari IPB University menjelaskan, bahwa Kota Bogor telah mengeluarkan Perda No 16 Tahun 2019 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Perda No 16 Tahun 2022 tentang Pertanian Organik sebagai upaya untuk mendukung sektor pertanian.
"Kota Bogor telah mengeluarkan Perda No 16 Tahun 2019 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Perda No 16 Tahun 2022 tentang Pertanian Organik sebagai upaya untuk mendukung sektor pertanian," jelas dia.
Atang Trisnanto menekankan pentingnya sektor pangan dan pemanfaatan lahan pertanian sebagai bentuk syukur atas karunia Tuhan.
"Kami memandang bahwa urusan pangan adalah urusan yang sangat penting. Pemanfaatan sinar matahari dan ruang juga sangat penting sebagai bentuk syukur kita atas karunia Tuhan Yang Maha Kuasa," tekan Atang Trisnanto.
Untuk mengatasi masalah minimnya lahan pertanian, Atang Trisnanto mengungkapkan bahwa DPRD telah menyiapkan regulasi yang memberikan insentif bagi lahan pertanian yang tersisa.
"Selain itu, kami juga mendukung pertanian organik melalui pola budaya urban farming. Kota Bogor perlu menerapkan dua pendekatan sekaligus," kata Atang Trisnanto.
Pertama, lanjut Atang Trisnanto, meningkatkan produksi pertanian dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan tersisa.
Kedua, menerapkan teknologi budidaya pertanian yang canggih.
Selain itu, kata dia, membangun kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan dengan kabupaten yang merupakan produsen produk pangan melalui penyediaan pasar yang prospektif.
"Semua langkah-langkah ini telah diatur dalam kedua Perda yang telah disahkan. Dengan pelaksanaan simultan kedua strategi ini, Kota Bogor akan menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan lahan pertanian yang semakin minim di wilayahnya," tutup dia.
Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.