PanganNews.id, Subang - TNI dan Pemerintah Kabupaten Subang melakukan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan (GNKP) di Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan bahwa GNKP itu dilakukan dengan cara budidaya padi perdana di lahan ketahanan pangan Kostrad.
Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan, bahwa Program ketahanan pangan Kostrad sudah dilaksanakan dan berjalan di beberapa daerah seperti di Bogor, Karawang, Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Ciamis dan Pangandaran.
Lahan yang digarap tersebut milik Kostrad maupun bekerja sama dengan Pemda, Swasta dan Stakeholder lainnya yang peduli akan kedaulatan pangan.
“Agar program ketahanan pangan terus berkelanjutan sebagai upaya membantu Pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan nasional. Maka pada hari ini kita baru saja melaksanakan penanaman padi secara simbolis di lahan ketahanan pangan Kostrad di Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang,” kata Pangkostrad dalam keterangannya, Jumat 5 Januari 2024.
Ia berharap, program ketahanan pangan ini hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Khususnya masyarakat yang berada di daerah ketahanan pangan Kostrad.
“Atas berbagai upaya ini, saya atas nama pribadi dan selaku Pangkostrad mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta mendukung secara langsung maupun tidak langsung dalam program ketahanan pangan Kostrad, khususnya kepada Pemda Subang, PT. SHS dan masyarakat Subang," kata Pangkostrad.
.
"Dan dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi kita semua,” lanjut dia.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Subang Imran, mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih dengan adanya Gerakan Nasional Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh Kostrad.
“Kami menyambut baik respon positif dari Pangkostrad beserta jajarannya yang berkomitmen untuk mendukung terlaksananya adanya Gerakan Nasional Ketahanan Pangan di Kabupaten Subang,” ujar Imran.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor : R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.