PanganNews.id, Bogor - Harga telur di Kota Bogor menembus angka 26 ribu rupiah per kilogram. Harga ini membuat kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi para ibu rumah tangga yang mengandalkan telur sebagai salah satu sumber protein terjangkau.
Menurut Budi Santoso, seorang pedagang telur di toko, faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga telur adalah lonjakan harga pakan ternak.
"Harga pakan ternak naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga peternak telur terpaksa menaikkan harga jualnya," ujarnya, Kamis 1 Februari 2024.
Selain itu, harga daging ayam boiler juga mengalami kenaikan, mencapai 36 ribu rupiah per kilogram. Hal ini semakin membebani konsumen yang mencari alternatif sumber protein hewani yang lebih terjangkau.
"Tingginya harga telur dan daging ayam boiler sangat mempengaruhi biaya hidup kami. Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk mengendalikan kenaikan harga ini," ungkap Ratna, seorang ibu rumah tangga di Kota Bogor.
Kenaikan harga telur dan daging ayam boiler menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat untuk segera mencari solusi guna mencegah dampak negatifnya terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat Bogor.
Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.