PanganNews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengusulkan Haryati, seorang penggiat urban farming dari Jakarta Timur, untuk menerima penghargaan Perempuan Berjasa dan Berprestasi di Bidang Pertanian Tahun 2024.
Penghargaan ini mewakili Provinsi DKI Jakarta dan diinisiasi oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM), yang akan diselenggarakan pada 16 Mei di Surakarta, Jawa Tengah lalu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) serta TP PKK DKI Jakarta untuk mengusulkan Haryati.
"Penghargaan ini diusulkan diberikan kepada Haryati karena kemampuan beliau dalam mengembangkan urban farming bersama warga Teratai Putih Raya, Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur," ungkap Suharini pada Jumat, 17 Mei 2024.
Suharini menambahkan bahwa Haryati, yang juga kader TP PKK Kota Jakarta Timur, dinilai berhasil memanfaatkan lahan untuk urban farming guna mendukung program ketahanan pangan Jakarta.
"Usaha beliau juga mendukung penataan wilayah agar lebih baik dan bermanfaat untuk warga di Jalan Teratai Putih Raya," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati, memberikan pandangannya mengenai perjalanan Haryati dalam bidang urban farming.
"Kiprah Haryati sebagai penggiat urban farming dimulai sejak tahun 2017 saat mengikuti program gang hijau," ujar Mujiati.
Ia menjelaskan bahwa Haryati berhasil mengajak warga di Jalan Teratai Putih Raya untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan budi daya pertanian, baik hidroponik maupun konvensional, yang terus berkembang menjadi Kelompok Wanita Tani (KWT) D'Shafa.
KWT D'Shafa, yang kini menjadi UMKM di bidang pertanian, telah menghasilkan berbagai produk, mulai dari bibit tanaman, tanaman hidroponik siap panen, hingga produk olahan.
"Harapan ke depan, dengan adanya kegiatan penganugerahan ini, dapat meningkatkan semangat warga lainnya untuk mengembangkan urban farming di lingkungan mereka dengan memanfaatkan lahan yang ada," tutup Mujiati.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien
.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.