Dipimpin Bupati Ubaid Yakub, Haltim Siap Tampil di Kancah Perekonomian Nasional

Pangannews.id

Sabtu, 18 Mei 2024 13:34 WIB

news
Ubaid Yakub, dalam HUT ke 21 Kabupaten Halmahera Timur, di Stadion Jiko Mobon, Kota Maba, Rabu (15/5/2024) lalu. (Foto: Dok. Bupati Ubaid Yakub)

PanganNews.id Halmahera Timur, - Dikenal sebagai “Kota Tambang”, Halmahera Timur (Haltim) terus berinovasi untuk menggali potensinya. Sebagai salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Maluku Utara (Malut), Haltim bertekad untuk tampil terdepan di kancah perekonomian nasional.

Sudah sejak lama Haltim memanfaatkan potensi tambangnya yang melimpah, seperti nikel, magnesit, kromit, talk, batu gamping, dan minyak bumi.

Di bawah kepemimpinan Bupati Ubaid Yakub, potensi-potensi tersebut terus dikembangkan. Hal itu juga ia sampikan dalam pidatonya pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Halmahera Timur.

Ubaid Yakub mengajak warga untuk menjaga dan mengembangkan daerahnya bersama-sama.

“Saat Halmahera Timur sudah lebih baik. Makanya kita jaga sama-sama,” ucap Ubaid Yakub, dalam HUT ke 21 Kabupaten Halmahera Timur, di Stadion Jiko Mobon, Kota Maba, Rabu (15/5/2024) lalu.

Dengan potensi tambang yang melimpah, Ubaid Yakub mendorong agar masyarakat turut menjaga potensi tersebut demi keberlangsungan kehidupan Haltim ke depan.

Selain itu, Haltim tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil tambang, melainkan juga memiliki potensi di bidang pertanian. Haltim dikenal sebagai daerah penghasil kelapa dan cengkeh.

Tak hanya itu, pemberdayaan potensi Haltim juga merambah ke bidang lainnya, dengan sektor unggulan, seperti perkebunan, pertanian, perikanan laut, air bersih, serta tak ketinggalan sektor pariwisata.

“Yang paling penting dan paling utama adalah rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan, serta gotong royong itu yang menjadi jati diri yang kita persembahkan,” ujar Ubaid Yakub.

Maka dari itu, ia mengimbau untuk bersama menjaga potensi luar biasa yang dimiliki oleh Haltim. Sehingga Haltim mampu menjadi daerah maju, yang turut berkontribusi dalam mendorong ekonomi negara. (*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...