Kementan Dorong Peran Petani Muda Peternakan Melalui Millenial Agriculture Forum  

Pangannews.id

Jumat, 07 Juni 2024 16:23 WIB

news
Foto : Milenial Agriculture Forum (MAF), Sabtu, 1 Juni 2024, melalui ruang virtual Zoom dan live streaming Youtube. 

Pangannews.id, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melaksanakan berbagai program untuk mendorong kesuksesan petani termasuk di dalamnya petani muda Indonesia. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan memberi dukungan kepada petani. "Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia dapat menjadi faktor dalam keberlangsungan pangan nasional, untuk itu petani muda harus menjadi contoh kepada petani lainnya", tegasnya. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan "Menghasilkan produk pertanian yang berdaya saing tinggi, sehingga harga jual produk pertanian atau peternakan menjadi tinggi atau bagus merupakan langkah yang dapat membuat petani tersenyum". Hal ini disampaikan, dalam membuka Milenial Agriculture Forum (MAF), Sabtu, 1 Juni 2024, melalui ruang virtual Zoom dan live streaming Youtube. 

Kegiatan MAF digulirkan untuk mendorong generasi muda semakin sukses dalam bidang pertanian serta meresonansi pembangunan pertanian nasional. MAF kali ini mengambil tema “Strategi Wirausaha Agribisnis Peternakan”, menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. drh. Maya Purwanti, Dosen Polbangtan Bogor dan Nova Subagiyo yaitu peternak muda sukses dalam peternakan kambing asal dari Jawa Timur.   

Maya menyampaikan, "Persentasi kosumsi protein berdasarkan sumber bahan protein Penduduk Indonesia di dominasi oleh protein nabati, sementara itu daging hanya sebesar 6,93."
 
Maya juga mengatakan, "Daerah yang menjadi penyangga produksi sapi Indonesia terbesar berasal dari Jawa Timur namun berkendala masih rendahnya daya beli masyarakat, jumlah produksi yang tidak memenuhi angka kebutuhan konsumsi sehingga untuk mengatasi ketidakseimbangan kebutuhan konsumsi tersebut diperlukan adanya kegiatan impor".   

Ditambahkan oleh Maya bahwa, "Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan usaha diantaranya: kualitas produk, inovasi, pasar yang berkembang, manajemen keuangan yang baik, pemasaran efektif, sumberdaya manusia yang kompeten, teknologi dan otomasi, kemitraan dan jaringan, evaluasi dan pembelajaran".  

"Strategi yang dapat dilakukan dengan memanfaatan teknologi modern dalam operasi peternakan untuk efisiensi dan produktivitas, identifikasi pasar sasaran, melakukan diversifikasi produk, melakukan strategi pemasaran kreatif guna membedakan produk dari pesaing, membangun jaringan dengan peternak, distributor maupun Lembaga terkait lainnya, serta dengan memahami risiko yang berkaitan dengan agribisnis peternakan seperti penyakit hewan, fluktuasi harga pangan atau pakan serta perubahan regulasi", ujar Maya

Narasumber selanjutnya Nova mengatakan, "untuk strategi wirausaha bisnis agribisnis peternakan kambing di wilayah pedesaan memerlukan strategi yang terencana dan terintegrasi mulai dari analisis pasar, pemilihan bibit, manajemen kesehatan hingga pemasaran dan distribusi. Semua aspek perlu diperhatikan dengan baik, dikarenakan dengan pendekatan yang tepat usaha peternakan kambing dapat menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan dan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan".  

Selanjutnya Idha Widi Arsanti, selaku Kepala Pusat Pendidikan Pertanian menyampaikan bahwa saat ini Pusat Pendidikan Pertanian yang berada di bawah Kementerian pertanian bersama YESS terus bergerak mendorong anak-anak muda Indonesia untuk mau terjun bekerja di berbagai bidang sektor pertanian salah satunya sektor peternakan, terlebih lagi adanya program makan gratis serta susu gratis yang nanti berlangsung membuat sektor peternakan memainkan peranan yang sangat signifikan. 

Adapun beberapa program yang dilakukan Pusat Pendidikan Pertanian bersama YESS untuk pengembangan petani muda diantaranya terdapat pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, penumbuhan wirausahawan muda pertanian (PWMP), Youth Entrepreneurship and Employment Support Services), serta Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) dengan harapan dapat melakukan peningkatan kapasitas, usaha, dapat menumbuhkan kluster-kluster komoditas untuk kemudian kegiatan pengembangan usaha pertanian dapat berjalan dengan baik. 

"Hal penting bagi petani muda untuk dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan (sustainable) yaitu ada pasar, usaha dapat dikembangkan dengan akses permodalan, serta berani menggunakan teknologi", ujar Idha.

"Untuk menjadi besar para ya petani muda harus bekerja secara kelompok, karena dengan memiliki komoditas yang kondusif dan baik maka akan dapat bersama-sama mengembangkan suatu unit atau agribisnis usaha dan mengembangkan rantai nilai dari komoditas tersebut" ujar Idha.


Kolom Komentar

You must login to comment...