Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Mantap! Petani Solo Ciptakan Ramuan Alami Bikin Tikus Mandul dan Ompong

Bagikan
Yoso Martono Suyadi berupaya menciptakan ramuan pengendalli tikus berbahan alami.  (Solopos)
Yoso Martono Suyadi berupaya menciptakan ramuan pengendalli tikus berbahan alami.  (Solopos)

PanganNews.id, Solo - Bagi para petani, tikus bisa jadi salah satu hewan yang paling dibenci.

Sebab, hewan pengerat ini merupakan salah satu hama yang bisa merusak tanaman padi hingga menggagalkan panen.

Atas hal itu, pria Sukoharjo bernama Yoso Martono Suyadi berupaya menciptakan ramuan pengendalli tikus berbahan alami. 

Pria berusia 72 tahun ini membuat ramuan yang bikin tikus mengalami kemandulan, gigi rontok, dan mati dalam kurun waktu dua pekan.

“Ramuan pengendali tikus ini diberi nama Bioyoso. Mengambil dari nama saya, Yoso. Ramuan ini ramah lingkungan karena bahan-bahannya alami, tidak dicampur obat kimia yang berpotensi mengganggu perkembangan tanaman padi dan ekosistem pertanian,” kata dia, dikutip dari Solopos.com, belum lama ini.

Ia menjelaskan, bahan-bahan alami itu terdiri dari umbi gadung, kulit batang kamboja, bekatul, ikan segar, dan ragi tape. 

Bahan-bahan dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil kemudian ditumbuk hingga halus selama 15 menit-20 menit. Ramuan yang sudah halus kemudian dibentuk bulat-buat kecil dan dijemur selama dua hari-tiga hari. Lalu, ramuan Bioyoso yang sudah kering diletakkan di pinggir sawah atau jalur-jalur tikus di lahan pertanian. 

“Pakai ikan segar untuk memancing tikus agar memakan ramuan. Umbi gadung mengakibatkan kematian pada tikus. Sementara, kulit batang kamboja berkhasiat untuk merontokkan gigi tikus. Ramuan ini tidak boleh bersentuhan langsung langsung dengan kulit tangan karena bisa mengurangi penciuman tikus,” jelas dia.

Tikus yang memakan ramuan Bioyoso tak langsung mati. Biasanya, efek ramuan itu muncul beberapa hari diawali dengan kerontokan gigi dan mati dalam kurun waktu dua pekan. Ramuan Bioyoso juga mengakibatkan kemandulan sehingga populasi tikus berkurang drastis.

Ia menyebut, satu kilogram ramuan Bioyoso bisa digunakan di lahan pertanian seluas satu hektare. Banyak petani di Weru yang sudah membuktikan kehebatan ramuan Bioyoso untuk mengendalikan tikus.

“Ramuan Bioyoso juga dimintai para petani dari luar daerah, bahkan luar Jawa seperti Jambi, Padang, Lampung, dan Palu. Satu kilogram ramuan Bioyoso dijual Rp250.000. Bisa digunakan berkali-kali. Kalau ingin belajar membuat ramuan itu, silakan datang ke rumah saya. Saya bimbing hingga bisa membuat ramuan secara mandiri,” papar dia.

Inovasi ramuan pengendalian tikus ditemukan Mbah Yoso tidak melalui proses instan. Mbah Yoso melakukan uji coba berkali-kali sejak 2010. Kala itu, Mbah Yoso ingin mengurangi populasi tikus yang menyerang lahan pertanian di wilayah Weru tanpa merusak ekosistem pertanian.

“Bangkai tikus yang memakan ramuan Bioyoso hanya ada di lubang-lubang tanah. Tidak menyebar dimana-mana. Jika menggunakan obat kimia, biasanya bangkai tikus berserakan di jalan-jalan,” tutur Mbah Yoso.

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal