Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Harga Cabai Tinggi, Petani di Tasikmalaya Justru Merugi, Kok Bisa?

Bagikan
Ilustrasi petani cabai di Tasikmalaya saat harga tinggi. (ist)
Ilustrasi petani cabai di Tasikmalaya saat harga tinggi. (ist)

PanganNews.id, Tasikmalaya - Para petani di Tasikmalaya, Jawa Barat, tengah gundah gulana meskipun harga cabai di pasar tengah tinggi.

Diketahui, harga cabai kini sebesar Rp80 ribu dari semula Rp40 ribu per kilogram. Namun, harga cabai tinggi rupanya tidak membuat untung para petani.

Cuaca ekstrim saat ini disebut jadi penyebab petani cabai merugi. 

Dengan cuaca dingin dan kering saat ini tanaman cabe di serang hama patek dan lalat buah di tambah kurang pasokan air menyebabkan panen kurang optimal. 

Salah satunya, di tanaman cabai yang mengalami gagal panen secara optimal itu terjadi di Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. 

"Pada musim kali ini kami justru gagal panen pa, karena cuaca ekstrim. Selain kesulitan air karena kemarau, juga diserang penyakit patek dan lalat buah pada tanaman cabai," ujar salah satu petani di Kecamatan Rajapolah, Ayi (48), mengutip pikiranrakyat, Senin 29 Juli 2024.

Ia mengatakan, akibat serangan hama itu dan kekeringan menyebabkan banyak buah cabai busuk dan pohonnya kering. 

Akibatnya panen tidak maksimal, karena busuk dan pohonnya kering.

Untuk mengantisipasi kerugian yang cukup besar para petani pun memanen lebih awal buah cabai. Sebab jika dipanen sudah kondisi masak akan diserang patek dan lalat buah. 

Saat ini, kata dia, dalam 100 bata lahan tanaman cabai hanya bisa terpanen 10-15 kilogram. Biasanya kalau normal bisa sampai 50-80 kilogram dalam satu kali panen. 

"Rugi besar, untuk menutupi biaya porduksi pun belum cukup," kata dia. 

Sementara, Pedagang sayuran di Pasar Singaparna Iis Iswati (43) mengatakan saat ini harga cabai mengalami kenaikan di Pasar Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, harga cabai Rp 80.000 dari semula Rp 40.000 per kilogram. 

"Naiknya sudah ada dua minggu, sejak terjadinya musim dingin, katanya buah cabainya busuk dan pohonnya kering," kata dia.

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal