Pangannews.id - Menjelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, terdapat ketidakpastian mengenai pelaksanaan salah satu program unggulan yang diusung selama kampanye, yakni program makan bergizi gratis yang rencananya akan menggunakan susu sapi.
Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat gizi kepada jutaan warga secara bertahap. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah susu sapi akan tetap menjadi bagian dari program tersebut atau akan digantikan dengan susu ikan.
Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya produksi susu sapi domestik, sedangkan kebutuhan susu nasional sangat tinggi, mencapai 80 persen dari impor. Untuk mengatasi hal ini, muncul wacana untuk menggantikan susu sapi dengan susu ikan.
Susu Ikan Buka “Susu”
Susu ikan pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016 oleh Koperasi Nelayan Mina Bahari di Indramayu. Produk ini dibuat dengan mengekstrak protein dari daging ikan dan mencampurkannya dengan bahan lain untuk menciptakan tekstur dan rasa yang mirip dengan susu pada umumnya.
Namun, menurut Dosen Fakultas Peternakan IPB University, Epi Taufik, susu ikan tidak memenuhi standar internasional untuk dikategorikan sebagai susu. Berdasarkan CODEX Alimentarius, susu harus berasal dari hewan mamalia tanpa adanya campuran bahan lain.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, menyatakan bahwa teknologi di Indonesia sudah memungkinkan untuk memproduksi susu ikan dengan biaya yang terjangkau dan stok ikan yang melimpah dapat mendukung produksi dalam jumlah besar. Teten menambahkan bahwa susu ikan bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada susu impor.
Sikap Pemerintah dan Partai Gerindra
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana resmi dari pemerintah untuk menggantikan susu sapi dengan susu ikan dalam program makan bergizi gratis. Ia menekankan bahwa susu ikan hanya akan menjadi alternatif jika terbukti efektif melalui uji coba.
"Silakan saja dulu diuji coba. Kalau nanti hasilnya baik, bisa jadi alternatif pengayaan nutrisi, tapi bukan untuk pengganti susu," ujarnya, seperti dikutip dari Kompas.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto, Burhanuddin Abdullah, menyebutkan bahwa susu ikan bisa menjadi pengganti susu sapi. Ia juga mengungkapkan adanya kemungkinan menggantikan susu sapi dengan telur sebagai alternatif. Namun, Burhanuddin mengakui bahwa tawaran untuk menggunakan susu ikan masih dalam tahap evaluasi.
Partai Gerindra, melalui Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad, juga menegaskan bahwa wacana penggunaan susu ikan sebagai pengganti susu sapi belum final. Dasco menjelaskan bahwa meskipun terdapat aspirasi masyarakat untuk menggunakan susu ikan, keputusan akhir masih harus melalui simulasi dan evaluasi lebih lanjut.
"Alternatif-alternatif itu adalah aspirasi dari masyarakat atau hasil simulasi, dan belum final," pungkas Dasco.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.