Pangannews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan tentang kemunculan siklon tropis pulasan dan bibit siklon tropis 98W yang terdeteksi di sekitar wilayah Indonesia. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi BMKG, @infoBMKG.
Dilansir dari Kompas, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa siklon tropis Pulasan terpantau di Laut Filipina dengan koordinat 18,4 derajat lintang utara dan 139,8 derajat bujur timur. Sementara itu, bibit siklon tropis 98W terdeteksi di Laut Barat Filipina pada koordinat 17,7 derajat lintang utara dan 119,8 derajat bujur timur.
Andri menjelaskan lebih lanjut, siklon tropis Pulasan bergerak dengan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot (sekitar 75 kilometer per jam) dan tekanan udara 996 hPa. Dalam 24 jam ke depan, BMKG memprediksi kecepatan angin ini akan tetap stabil dan siklon akan bergerak ke barat-barat laut menjauhi wilayah Indonesia.
Sebaliknya, bibit siklon 98W, yang berada di utara Kalimantan, bergerak lebih lambat dengan kecepatan 30 knot (sekitar 56 kilometer per jam) dan memiliki tekanan udara lebih tinggi yaitu 998 hPa. Ada peluang bagi bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat dalam waktu yang sama.
Dampak terhadap Cuaca dan Gelombang Laut
Meskipun siklon tropis Pulasan tidak memberikan dampak langsung terhadap curah hujan di Indonesia, BMKG memperingatkan bahwa sistem ini dapat menyebabkan peningkatan gelombang laut di beberapa wilayah.
Gelombang setinggi 1,25-2,5 meter diprediksi terjadi di Selat Makassar bagian tengah dan utara, serta di perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, Kepulauan Sitaro hingga Bitung, Laut Maluku, perairan utara Halmahera, dan Laut Halmahera.
Di sisi lain, bibit siklon 98W berpotensi menyebabkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kepulauan Riau. Gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter juga diperkirakan terjadi di Laut Natuna, perairan Kepulauan Anambas hingga Natuna, dan Selat Malaka bagian tengah.
Selain itu, Laut Natuna Utara dan Selat Malaka bagian utara dapat mengalami gelombang tinggi mencapai 2,5-4 meter akibat bibit siklon ini.
Andri menghimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi terbaru tentang cuaca melalui laman resmi BMKG di bmkg.go.id, serta mengikuti akun media sosial BMKG di Instagram, X, Facebook, YouTube, dan TikTok untuk mendapatkan update terkini.
Dengan adanya siklon tropis Pulasan dan bibit siklon 98W, masyarakat diharapkan tetap waspada dan memperhatikan kondisi cuaca serta keselamatan saat beraktivitas di laut.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.