Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Punya Nilai Ekspor Tinggi, Pemerintah Dorong Hilirisasi Industri Kelapa Sawit

Bagikan
Pemerintah Dorong Hilirisasi Industri Kelapa Sawit (Foto : BRIN)
Pemerintah Dorong Hilirisasi Industri Kelapa Sawit (Foto : BRIN)

Pangannews.id - Pemerintah Indonesia semakin gencar menggalakkan program hilirisasi industri, khususnya di sektor agro bisnis kelapa sawit. Komoditas ini telah membuktikan nilainya sebagai salah satu pilar ekspor dengan potensi mencapai ratusan triliun rupiah.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, mengungkapkan bahwa kelapa sawit telah menjadi model sukses hilirisasi industri. Dalam satu dekade terakhir, jumlah produk hilir kelapa sawit meningkat pesat.

Sebelum program hilirisasi, hanya 45 jenis produk yang dihasilkan, kini jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 200 jenis, mencakup berbagai produk turunan, baik pangan (oleofood), non-pangan (oleochemical), hingga bahan bakar terbarukan (biofuel) dan biomaterial ramah lingkungan.

"Kelapa sawit menjadi contoh nyata bagaimana hilirisasi industri dapat mendorong pengembangan produk secara berkelanjutan," jelas Putu dalam keterangan resminya, Minggu (6/10/2024).

Putu juga menyoroti dampak positif dari hilirisasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Data terbaru menunjukkan nilai ekspor kelapa sawit dan turunannya mencapai Rp 450 triliun, berkontribusi 11,6% dari total ekspor non-migas. Sektor ini secara keseluruhan bernilai sekitar Rp 800 triliun dan menyerap tenaga kerja hingga 16,2 juta orang, termasuk petani kecil yang terlibat dalam perkebunan.

Menanggapi potensi besar tersebut, Putu menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan inovasi teknologi dalam industri pengolahan kelapa sawit. Ini mencakup penyusunan kebijakan pro-inovasi dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk komersialisasi inovasi baru.

Putu mencontohkan keberhasilan konsorsium riset yang didukung Kemenperin, seperti teknologi edible-coating berbasis minyak sawit yang mampu memperpanjang masa simpan buah tropis. Riset ini kini sedang dalam proses sertifikasi food grade untuk siap dipasarkan.

Guna mendorong penggunaan teknologi modern, Kemenperin telah melaksanakan program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi, serta mendirikan Indonesia Manufacturing Center (IMC) untuk kolaborasi riset.

"Kami sangat terbuka untuk penggunaan IMC agar hasil riset dapat dikembangkan hingga tahap komersialisasi. Kami juga mendorong perusahaan industri pengolahan sawit untuk membangun pusat riset di Indonesia," tutup Putu.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal