Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Program PMT Pangan Lokal BPOM Dapat Meningkatkan Ekonomi Desa

Bagikan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (kanan) dalam acara peluncuran Sinergi Program Desa Pangan Aman dan PMT Berbahan Pangan Lokal, (Foto: Tangkapan layar Youtube BPOM).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (kanan) dalam acara peluncuran Sinergi Program Desa Pangan Aman dan PMT Berbahan Pangan Lokal, (Foto: Tangkapan layar Youtube BPOM).

Pangannews.id - Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal dalam Desa Pangan Aman, yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi guna mengatasi tiga masalah gizi, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian lokal. 

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan, program ini dapat menggerakkan produksi pangan lokal hingga memiliki nilai ekonomi yang lebih luas.

“Kami asumsikan dari awalnya hanya program pangan yang aman, tetapi seiring berjalannya waktu, ini bisa berkembang hingga mampu diproduksi secara ekonomi,” ujar Taruna, dikutip pada Senin, 14 Oktober 2024.

Salah satu contoh keberhasilan ini terlihat di Desa Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta, yang telah mengekspor produk pangannya ke Amerika Serikat.

BPOM melihat potensi besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan. Taruna berharap setidaknya 60 persen dari 1,7 juta UMKM di Indonesia, atau sekitar 800 ribu UMKM pangan, bisa memenuhi standar yang ditetapkan. 

Jika setiap UMKM mempekerjakan dua orang, maka sekitar 3,4 juta pekerja dapat turut menopang perekonomian nasional.

Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, BPOM juga berencana memperluas cakupan PMT berbahan pangan lokal menjadi program nasional yang disinergikan dengan Program Makan Siang Gratis dari Badan Gizi Nasional. 

Program itu juga mendapat dukungan dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, yang mengatakan bahwa pemberian makanan tambahan terbaik dilakukan oleh ibu-ibu lokal.

“Kami menyiapkan anggaran untuk 10 ribu puskesmas agar ibu-ibu lokal bisa meracik, menyiapkan, dan menyajikan makanan bagi balita dan ibu hamil yang memiliki masalah gizi,” kata Menkes Budi. 

Editor: Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal