Benih Bermutu dari Varietas Unggul Pilar Penting Peningkatan Produktivitas Tanaman

Pangannews.id

Selasa, 22 Oktober 2024 15:06 WIB

news
Benih Bermutu dari Varietas Unggul Pilar Penting Peningkatan Produktivitas Tanaman. (Foto: Dok. Kementan)

PanganNews.id - Penulis :

Saipulloh, SP, M.Si (Pengawas Benih Tanaman Direktorat Jenderal Perkebunan)

Drs. Nono Suharyono (Pranata Humas Ahli Madya)

Sistem perbenihan merupakan sarana yang penting untuk menyebarluaskan varietas unggul kepada petani secara berkelanjutan dengan menjaga mutu genetik agar tetap sesuai dengan karakteristik varietas yang telah dirancang oleh breeder dan memastikan ketersediaan benih secara berkelanjutan. Dalam meningkatkan produksi antara lain dengan ketersediaan varietas unggul yang dihasilkan melalui program pemuliaan yang terdesign dengan baik, disertai dengan keberadaan sistem atau program perbenihan untuk memfasilitasi penyaluran benih kepada para petani dalam skala luas. Untuk jangka panjang, perlu diperhatikan kemampuan untuk menjaga keberlanjutan produksi melalui peningkatan produktivitas pertanian yang ramah lingkungan sehingga pada saat yang sama mampu menjaga kelestarian sumberdaya alam.

Keberlanjutan sistem perbenihan diperoleh melalui pengembangan industri benih karena profitabilitas dari bisnis perbenihan akan menjadi penggerak produksi dan distribusi benih. Oleh karena itu, persyaratan untuk menjamin ketersediaan benih bermutu secara berkelanjutan harus dilakukan melalui (a) Varietas unggul yang memiliki nilai keunggulan agronomis (VCU atau value for crop and utilization) sebagai keunggulan suatu produk untuk menumbuhkan permintaan petani, dengan karakteristik yang unik, seragam dan stabil (distinct, uniform, stable), (b) Sistem produksi benih yang efisien dalam skala komersial sesuai dengan persyaratan bisnis, dan (c) Penerapan sistem jaminan mutu yang efektif untuk memenuhi kepuasan pengguna benih, (d) Kebijakan fiskal atau permodalan yang kondusif bagi bisnis pertanian, dan (e) Permintaan yang feasible untuk skala komersial. Permintaan terhadap benih (benih yang dibeli petani dari pasar) cukup feasible, sehingga profitabilitas dari industri benih akan menjadi penggerak sustainabilitas produksi dan pemasaran benih bermutu. Tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan benih bermutu dari varietas unggul merupakan pilar penting dalam peningkatan produktivitas tanaman. 

Benih juga memiliki peran penting dalam produksi tanaman karena mutu benih secara langsung mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan produksi tanaman. Benih bermutu tidak hanya mendukung perkembangan tanaman yang optimal namun juga meningkatkan kemampuan adaptasi tanaman terhadap cekaman lingkungan akibat perubahan iklim global seperti suhu ekstrem, kekeringan dan curah hujan tinggi. Penggunaan benih bermutu akan memberikan peluang lebih baik untuk bertahan dan berkembang dalam kondisi yang kurang ideal sehingga memastikan produktivitas yang lebih stabil dan hasil panen yang lebih baik. Benih berfungsi sebagai sarana untuk memperbanyak varietas unggul karena benih bermutu tinggi memungkinkan mempertahankan karakter unggul dari varietas yang telah dikembangkan dan dilepas. Penggunaan benih bermutu dari varietas unggul memberikan kesempatan petani untuk memastikan karakteristik unggul seperti daya hasil yang tinggi, ketahanan terhadap penyakit spesifik, dan daya adaptasi terhadap kondisi cekaman lingkungan tertentu didapatkan dari pertanaman yang tumbuh dari benih yang ditanam. Hal ini mengindikasikan bahwa penyediaan benih bermutu tinggi dari varietas unggul merupakan langkah penting untuk mencapai produktivitas optimum.

Penyediaan benih merupakan serangkain proses yang kompleks dan kritis dalam produksi pertanian yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemuliaan, produksi benih bermutu, penyimpanan benih bermutu hingga distribusinya dengan jaminan mutu yang sama saat diterima oleh pengguna akhir (petani). Akses petani terhadap benih bermutu merupakan isu krusial yang sangat mempengaruhi produktivitas tanaman. Penyediaan benih bermutu komoditas perkebunan sangat strategis mengingat sebagian besar komoditas ini memiliki umur tanaman yang panjang (tanaman tahunan), hal ini dilakukan guna mendukung peningkatan produktivitas baik melalui kegiatan peremajaan, rehabilitasi, dan perluasan areal tanam baru (ekstensifikasi). Salah satu tantangan yang dihadapi dalam penyediaan benih tanaman perkebunan adalah lokasi sumber benih dan produksi benih siap salur berada di luar area pengembangan kawasan. Kondisi ini menyebabkan harga benih yang cukup tinggi karena tambahan biaya logistik pengiriman benih dan tingginya potensi menurunnya tingkat kemurnian varietas serta kerusakan benih selama proses pengiriman. Hal ini juga berdampak lamanya waktu pengiriman yang mungkin menyebabkan ketidaktepatan waktu dengan musim tanam petani. Penyediaan benih bermutu komoditas perkebunan harus mengacu pada prinsip enam tepat yang meliputi tepat varietas, tepat lokasi, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat harga. Upaya perbaikan sistem perbenihan tanaman perkebunan mungkin perlu dilakukan untuk mencapai prinsip enam tepat tersebut dalam penyediaan benih yang salah satunya dapat dilakukan dengan pendekatan pembangunan nursery benih perkebunan di area kawasan pengembangan yang akan berpotensi untuk mendorong keterlibatan pelaku perbenihan swasta dalam bentuk pengembangan maupun penguatan kemitraan di area kawasan.

Penyediaan benih bermutu berdampak signifikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan seperti yang telah dilakukan oleh produsen utama komoditas perkebunan di perdagangan komoditas global. Penyediaan dan penggunaan benih bermutu yang dikembangkan disertai penerapan Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik budidaya yang baik sehingga semakin menjamin peningkatan produktivitas tanaman.

Berdasarkan pembelajaran praktik budidaya yang baik secara umum dapat disimpulkan bahwa penyediaan benih unggul komoditas perkebunan merupakan investasi jangka panjang. Benih tanaman perkebunan dapat bernilai ekonomi rata-rata selama 25 – 30 tahun dan memiliki multiplier-effect di bidang ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik. Dalam hal ini, penyediaan benih unggul tanaman perkebunan memiliki salah satu peran sentral, sehingga optimalisasi peningkatan produktivitas tanaman dapat terwujud. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus dari berbagai pihak terhadap perbenihan tanaman perkebunan secara holistik dan berkelanjutan. Kegiatan perbenihan tanaman perkebunan secara umum dapat juga dilakukan oleh entitas di luar Pemerintah, seperti Petani Penangkar, Badan Usaha Milik Negara maupun Perusahaan Swasta (privat sector). 

Untuk itu, selain berperan sebagai akselerator dalam industri perbenihan nasional dan memastikan ekosistem bisnis perbenihan nasional dapat berjalan sehat dan seimbang, pemerintah juga harus menjamin bahwa intervensi program pemerintah dan dinamika dalam bisnis perbenihan nasional dapat berjalan dengan kondusif. Dalam perkembangan sistem perbenihan nasional terus berkembang untuk beradaptasi dengan kebutuhan keberlanjutan penyediaan benih bermutu. Proses menghantarkan varietas unggul dalam bentuk benih bermutu tinggi ke petani harus melalui sebuah sistem perbenihan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, diharapkan seluruh insan perbenihan dapat berkolaborasi dalam mendukung pembangunan Perbenihan Nasional. (*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...