Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Dukung Ketahanan Pangan, Lahan Tidur di Batu Bakal Jadi Area Pertanian Jagung

Bagikan
Dukung Ketahanan Pangan, Lahan Tidur di Batu Bakal Jadi Area Pertanian Jagung.
Dukung Ketahanan Pangan, Lahan Tidur di Batu Bakal Jadi Area Pertanian Jagung.

Pangannews.id - Lahan tidur yang terletak di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Jawa Timur, akan dimanfaatkan sebagai area produktif untuk sumber pangan. Lahan seluas sekitar 10 hektar yang sebelumnya tidak terkelola ini bakal diubah menjadi area pertanian jagung.

Program itu merupakan kolaborasi Polres Batu bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu, serta pemerintah desa setempat yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi petani lokal.

Kasat Binmas Polres Batu, AKP Dwi Jatmiko, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam rangka 100 hari ketahanan pangan. Lokasi lahan yang terletak di Jalan Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo dipilih karena kondisi lahan yang lebih cocok untuk penanaman jagung, terutama karena merupakan area tadah hujan.

"Kami mendukung penuh program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh pemerintah. Kolaborasi ini melibatkan DPKP dan pemerintah desa untuk mengelola lahan tidur menjadi produktif, serta membantu memasarkan hasil panen," ujar Dwi, seperti dikutip dari Detik.

Ia menambahkan bahwa penanaman jagung dipilih karena dianggap lebih efektif mengingat kondisi tanah yang tidak memiliki irigasi yang memadai. Program ini akan dijalankan secara bertahap.

Pada tahun 2024, lahan seluas 5 hektar akan diprioritaskan untuk penggarapan. Para petani lokal dari delapan kelompok tani yang ada di Desa Oro-Oro Ombo telah dilibatkan dalam sosialisasi dan diskusi terkait program ini.

"Selain penyediaan lahan, kami juga akan memberikan bibit jagung dan pupuk kepada para petani. Kami telah melakukan bimbingan teknis untuk memastikan agar para petani dapat mengelola lahan dengan maksimal," lanjut Dwi.

Sementara, Kepala DPKP Kota Batu, Heru Yulianto, menjelaskan bahwa bantuan bibit dan pupuk untuk program ini akan diambil dari anggaran APBD Kota Batu melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Meskipun anggaran ini awalnya dialokasikan untuk kebutuhan lain, mengingat urgensi program ketahanan pangan, dana tersebut dialihkan untuk mendukung keberhasilan program ini.

"Pada tahun 2024 ini, kami fokus pada pengadaan bibit dan pupuk untuk petani. Hasil panen nantinya akan sepenuhnya menjadi milik petani, yang bebas untuk memanfaatkannya, baik untuk dijual atau digunakan untuk pakan ternak," jelas Heru.

Ia menambahkan bahwa banyak petani di Desa Oro-Oro Ombo yang juga memiliki ternak, dan hasil jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan untuk meningkatkan produktivitas ternak mereka, seperti sapi yang diharapkan dapat menghasilkan susu dengan kualitas yang lebih baik.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahun 2024, melainkan akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Heru juga menyampaikan bahwa DPKP Kota Batu telah melakukan pemetaan dan mengidentifikasi bahwa jagung dapat ditanam di sembilan desa dan kelurahan lainnya yang memiliki potensi pertanian.

Beberapa desa tersebut antara lain Desa Tlekung, Ngaglik, Pesanggrahan, Sumberejo, Gunung Sari, Punten, Tulungrejo, dan Giripurno.

"Program ini tidak hanya akan membantu ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Kami berharap dengan adanya dukungan pemerintah, kedepannya akses terhadap pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya bisa lebih mudah dan terjangkau oleh petani," tambah Heru.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal