Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BKSDA Sumbar Evakuasi Harimau Sumatera dari Pemukiman Warga di Solok

Bagikan
Petugas BKSDA Sumbar bersama warga mengevakuasi seekor harimau Sumatera yang masuk perangkap di Kabupaten Solok, Kamis (14/11/2024). (Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Petugas BKSDA Sumbar bersama warga mengevakuasi seekor harimau Sumatera yang masuk perangkap di Kabupaten Solok, Kamis (14/11/2024). (Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pangannews.id - Seekor harimau Sumatera betina yang terperangkap di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Kamis (14/11/24), berhasil dievakuasi. Proses evakuasi ini dilakukan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) setelah harimau yang masuk perangkap tersebut ditemukan pada pagi hari.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Sijunjung, Mecky Aditya Eka Putra, menjelaskan bahwa perangkap tersebut dipasang dua minggu lalu berdasarkan permintaan warga setempat yang merasa khawatir akan ancaman harimau yang masuk ke pemukiman.

"Perangkap ini dipasang sekitar dua minggu yang lalu karena ada permintaan dari warga. Hari ini harimau itu ditemukan terperangkap dan langsung kami evakuasi," kata Mecky dalam keterangan resminya.

Harimau Sumatera tersebut kemudian dibius oleh petugas BKSDA sebelum dipindahkan ke Taman Margasatwa Budaya Kinantan (TMSBK), atau Kebun Binatang di Kota Bukittinggi, untuk memastikan keselamatannya.

Proses evakuasi ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, yang melindungi spesies harimau Sumatera dari ancaman kepunahan.

Pemasangan perangkap box strap ini dilakukan pada akhir Oktober 2024 setelah adanya beberapa laporan dari warga mengenai konflik antara harimau Sumatera dengan lingkungan sekitar. Di Nagari Batang Barus, harimau tersebut diketahui telah menyerang dan menerkam dua hingga tiga ekor anjing milik warga setempat.

"Sudah banyak kejadian warga yang bertemu dengan harimau Sumatera di sekitar permukiman mereka, sehingga kami memutuskan untuk memasang perangkap guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Mecky.

Lokasi tempat harimau tersebut ditemukan berada di antara dua suaka margasatwa, yaitu Suaka Margasatwa Barisan dan Suaka Margasatwa Tarusan, yang merupakan habitat alami bagi satwa tersebut.

Wali Nagari Batang Barus, Banta Bransyah, menyatakan bahwa warga setempat beberapa kali melihat harimau Sumatera mendekati kawasan pemukiman dan menyerang hewan peliharaan.

"Kami khawatir jika konflik ini berlanjut, akan membahayakan keselamatan warga. Karena itu, kami meminta bantuan BKSDA untuk memasang perangkap sebagai langkah pencegahan," ujarnya.

Banta juga menambahkan bahwa selain BKSDA, Tim Patroli Anak Nagari juga turut terlibat dalam pemasangan perangkap dan memastikan bahwa tindakan yang diambil tidak membahayakan satwa yang dilindungi tersebut.

Editor : Adi Permana

 

 

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal