Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

"One Day One Fish" Diusulkan Masuk dalam Menu Makan Bergizi Gratis

Bagikan
"One Day One Fish" diusulkan masuk dalam menu makan bergizi gratis. (Foto : ANTARA FOTO/ Abdan Syakura)
"One Day One Fish" diusulkan masuk dalam menu makan bergizi gratis. (Foto : ANTARA FOTO/ Abdan Syakura)

Pangannews.id - Untuk mengatasi masalah stunting sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Riyono, mengusulkan gerakan "One Day One Fish" (1 Hari 1 Ikan) sebagai bagian dari implementasi program Makan Bergizi Gratis.

Dalam keterangan resminya yang disampaikan pada Rabu (4/12/24), Riyono menjelaskan bahwa ikan sebagai sumber protein memiliki potensi besar untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Ia menilai ikan kaya akan gizi, seperti asam lemak Omega-3, Omega-6, dan Omega-9, yang sangat dibutuhkan dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama di usia dini.

"Ikan sangat relevan sebagai salah satu sumber gizi untuk mendukung program pencegahan dan penanganan stunting. Program 'One Day One Fish' ini bisa memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan konsumsi ikan dan menurunkan angka stunting di Indonesia," ujar Riyono.

Saat ini, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih terbilang rendah, dengan angka konsumsi ikan utuh segar pada 2021 mencapai 55 kilogram per kapita. Riyono menargetkan pada tahun 2024 angka konsumsi ikan dapat mencapai 62,5 kilogram per kapita.

Ia mengimbau agar konsumsi ikan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak, harus terus didorong untuk mencapai target tersebut.

Menurut Riyono, percepatan konsumsi ikan di masyarakat sangat penting, dengan penurunan angka stunting yang diharapkan mencapai 7 persen dalam satu tahun. Konsumsi ikan yang ideal untuk mendukung kesehatan dan pencegahan stunting adalah sekitar 5 hingga 8 kilogram per bulan, atau setidaknya 60 kilogram per tahun.

Bahkan, Riyono mencatat bahwa Jepang memiliki konsumsi ikan yang mencapai 100 hingga 120 kilogram per tahun, sementara Malaysia sekitar 80 kilogram per tahun.

"Ikan yang baik untuk dikonsumsi anak-anak dan keluarga seperti ikan kembung, salmon, tuna, gabus, lele, dan cakalang. Jika ini bisa dilakukan, stunting bisa cepat turun," tambahnya.

Selain untuk kesehatan, gerakan "One Day One Fish" juga dipandang sebagai peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Dengan memperhitungkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta, dan tingkat konsumsi ikan per tahun sekitar 53 kilogram per orang, maka kebutuhan ikan nasional diperkirakan mencapai 13 hingga 20 juta ton per tahun.

Riyono memperkirakan potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari gerakan ini mencapai sekitar 780 miliar rupiah per tahun hanya untuk satu jenis ikan.

Editor : Adi Permana

 

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal