Pangannews.id - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan pemerintah untuk memastikan bahwa santri dan siswa di sekolah keagamaan, termasuk madrasah dan pondok pesantren, dapat menikmati manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang resmi dimulai pada hari ini, Senin (6/1/25).
Hidayat menilai bahwa pelaksanaan program ini harus inklusif, mencakup semua kalangan, baik siswa di sekolah umum maupun di sekolah keagamaan.
"Sejak peluncuran tahap awal ini, saya harapkan agar siswa di madrasah/sekolah keagamaan, dan santri di pondok pesantren sudah dimasukkan dalam program bagus tersebut, sehingga Makan Bergizi Gratis menjadi program yang berkeadilan," ujar Hidayat dalam keterangannya di Jakarta.
Hidayat menyampaikan bahwa meskipun program MBG sudah diluncurkan, informasi terkait pelaksanaannya dinilai masih minim. Hal ini dapat menyebabkan beberapa pihak, terutama di daerah-daerah tertentu, belum mengetahui atau mendapatkan akses untuk mengikuti program ini.
Ia mengungkapkan, dalam kunjungan kerja reses DPR RI ke salah satu pesantren besar di Jakarta Selatan, kepala pesantren mengungkapkan bahwa pesantren tersebut belum mendapatkan informasi terkait program Makan Bergizi Gratis.
“Misalnya, dalam kunjungan kerja reses DPR RI ke salah satu pesantren besar di Jakarta Selatan, kepala atau kiai pesantren mengatakan belum mendapatkan akses untuk program ini. Kalau ini untuk pesantren di Jakarta, mungkin banyak pesantren di luar Jakarta, di luar Jawa, akan mengalami hal yang sama,” kata Hidayat.
Selain itu, Hidayat juga mengingatkan pemerintah agar memastikan program ini dapat terlaksana dengan baik, amanah, dan transparan. Ia menegaskan pentingnya melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengurus sekolah, pedagang kantin, UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), hingga warga sekitar satuan pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar efek pengganda ekonominya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Pemerintah perlu memastikan program ini terlaksana dengan amanah, transparan, dan turut melibatkan mulai dari pengurus sekolah, pedagang kantin, UMKM, hingga warga di sekitar satuan pendidikan, agar efek pengganda ekonominya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Hidayat.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.