Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Sleman Daftarkan 10 Varietas Hoya untuk Pelestarian Tanaman Lokal dan Pengembangan Ekowisata

Bagikan
Asisten I Sekda Sleman  Suparmono menyerahkan sertifikat Hoya kepada masyarakat. (Foto : ANTARA/HO-Dokumen istimewa)
Asisten I Sekda Sleman Suparmono menyerahkan sertifikat Hoya kepada masyarakat. (Foto : ANTARA/HO-Dokumen istimewa)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendaftarkan sepuluh varietas Hoya Sleman secara nasional sebagai bagian dari komitmen untuk melestarikan dan melindungi kekayaan hayati lokal.

Asisten I Sekda Sleman, Suparmono, menjelaskan bahwa upaya pelestarian varietas Hoya merupakan bagian dari langkah untuk menyelamatkan kekayaan hayati daerah, memperkuat ekonomi lokal, dan menjadikan Hoya sebagai ikon ekowisata yang dapat mendorong kemajuan sektor pariwisata di Sleman.

“Kami berharap Hoya dapat menjadi ikon ekowisata yang mendorong ekonomi lokal Sleman,” kata Suparmono di Sleman, seperti dikutip dari Antara, Senin (19/1/2025).

Proses pendaftaran sepuluh varietas Hoya ini berjalan dengan cepat, hanya memakan waktu tiga hari setelah dokumen pendaftaran diterima lengkap dan benar. Suparmono menyampaikan apresiasi terhadap proses tersebut dan menyebutnya sebagai langkah awal yang baik dalam pendokumentasian kekayaan flora di Sleman.

Menurutnya, pencatatan varietas ini akan menjadi modal penting untuk pengembangan lebih lanjut, baik dalam bidang penelitian ilmiah, budidaya, pemasaran, maupun memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain itu, Suparmono juga menyoroti pentingnya Hoya dalam keanekaragaman hayati Indonesia. Tanaman ini memiliki nilai ekologi dan ekonomi yang tinggi, namun sayangnya belum menjadi prioritas dalam konservasi nasional dan pemanfaatannya masih terbatas.

“Harapannya, Hoya dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan sistem budidaya yang lebih baik dan inovasi produk yang dapat memberikan keuntungan ekonomi serta menjadi komoditas unggulan yang mendunia,” ujar Suparmono.

Ketua Perkumpulan Pecinta Tanaman Hias Indonesia (PPTHI), Hervia Latuconsina, menambahkan bahwa Hoya telah menjadi salah satu tanaman yang digemari di berbagai belahan dunia.

Proses pendaftaran varietas Hoya memerlukan penelitian panjang, karena tanaman ini ditemukan di hutan dan baru dapat dideskripsikan serta diberi nama setelah 5 hingga 10 tahun pemeliharaan.

“Hoya merupakan aset bangsa yang sangat berharga, apalagi tanaman Hoya dari Indonesia juga diakui kualitasnya. Selain sebagai tanaman hias, Hoya juga dapat digunakan sebagai tanaman obat dan penyerap polutan,” ujar Hervia.

Sebagai langkah pelindungan terhadap tanaman Hoya, sepuluh varietas yang telah terdaftar ini mendapatkan sertifikat tanda daftar. Varietas yang didaftarkan tersebut antara lain Hoya Sembada, Asteria Maron Sembada, Cinta Sembada, Jawa Sembada, Sembada Rejo, Eksabinangun, Jenar Kuthuk, Planthaven, Padasan, dan Suweng Jambon.

Pendaftaran varietas ini juga penting untuk mencegah ancaman biopiracy, karena tanaman Hoya yang menjadi sumber daya genetik spesifik lokasi ini memiliki status public domain yang diakui pemerintah daerah setempat.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal