Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Dinas Pertanian Purwakarta Dorong Regenerasi Kelompok Tani untuk Hadapi Pertanian Modern

Bagikan
"Ilustrasi" petani muda. (Foto: iStockphoto)
"Ilustrasi" petani muda. (Foto: iStockphoto)

Pangannews.id - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendorong regenerasi kepengurusan kelompok tani guna menghadapi perkembangan sektor pertanian yang kini semakin berbasis teknologi.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan bahwa saat ini kepengurusan kelompok tani di wilayahnya masih didominasi oleh petani yang sudah berusia tua.

"Soal peremajaan kepengurusan kelompok tani di Purwakarta, ini sangat penting. Karena masih banyak pengurus kelompok tani yang umurnya sudah tua, sehingga dari segi adopsi teknologi sedikit terkendala," ujarnya di Purwakarta, dikutip Sabtu, 8 Februari 2025.

Menurutnya, regenerasi kepengurusan kelompok tani diperlukan agar pengelolaan pertanian dapat mengikuti perkembangan teknologi.

"Sekarang ini pertanian sudah mengarah kepada pertanian yang modern. Ini perlu pemuda-pemuda yang menguasai teknologi," kata Midan.

Untuk meningkatkan pemahaman terkait pertanian modern, Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta berencana mengadakan pelatihan bagi penyuluh pertanian dan petani milenial. Pelatihan ini akan dipusatkan di Tajug Gede, Kecamatan Cibungur, Purwakarta.

Pendidikan yang diberikan mencakup aspek budi daya, penanganan pascapanen, hingga strategi pemasaran.

"Jadi ketika para pemuda tani itu terlatih, baru mungkin dari aspek permodalannya juga akan diberikan oleh pemerintah daerah," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Purwakarta terpilih, Abang Ijo Hapidin, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan memberikan dasar-dasar ilmu pertanian bagi masyarakat agar dapat menjadi petani yang profesional.

Ia juga berencana berkolaborasi dengan pihak swasta untuk mendirikan institut pertanian yang bertujuan melatih masyarakat putus sekolah dan mereka yang belum memiliki pekerjaan agar bisa menjadi petani sukses.

"Setelah lulus dari sana, mereka bisa memahami tentang bagaimana caranya menjadi petani yang baik dan benar dari hulu ke hilir. Nah, dari situ nanti pemerintah daerah akan memberikan bantuan, mulai dari tanah garapan, modal, hingga hasil pertaniannya pun kita yang jamin harga pasarnya," kata Hapidin.

Editor: Mahipal

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal