Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pemkab Sigi dan Bulog Sulteng Siapkan Pasar Murah Jelang Ramadan 2025

Bagikan
Pemkab Sigi dan Bulog Sulteng siapkan pasar murah jelang Ramadan 2025. (Foto : ilustrasi stok beras/Perum Bulog)
Pemkab Sigi dan Bulog Sulteng siapkan pasar murah jelang Ramadan 2025. (Foto : ilustrasi stok beras/Perum Bulog)

Pangannews.id – Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi bersama Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) pelaksanaan program pasar murah menjelang Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Heriswan, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus mendukung program pemerintah untuk membantu warga prasejahtera.

"Kami menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Sigi dalam membantu masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN)," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sigi, Agus Munandar, menjelaskan bahwa skema penyaluran paket sembako pasar murah masih menggunakan pola yang sama dengan tahun sebelumnya.

Paket sembako tersebut akan dikemas dan disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat. Setiap paket berisi beras lima kilogram, gula pasir dua kilogram, dan minyak dua liter dengan harga total Rp90.000.

Pada 2025, Pemkab Sigi menambah jumlah paket sembako menjadi 18.552 paket, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 17.699 paket, selain itu juga memastikan bahwa subsidi pada program pasar murah akan tetap ada meski ada penyesuaian.

"Tahun lalu kita subsidi Rp56.500 untuk setiap paket, tetapi pada 2025 nanti subsidi akan kita kurangi dan maksimal 40 persen sesuai dengan Keputusan Bupati," jelas Agus.

Adapun pendistribusian paket sembako telah dimulai sejak awal Ramadan di 17 titik di wilayah Kabupaten Sigi dan diperkirakan akan selesai pada pertengahan bulan puasa.

"Jika distribusi berjalan lancar dan setiap titik selesai dalam satu hari, kami targetkan distribusi selesai tepat waktu," tambah Agus.

Meskipun ada pengurangan subsidi, pemerintah memastikan bahwa anggaran untuk program pasar murah tetap efisien dan berfokus pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat.

Alokasi anggaran untuk pasar murah ini tetap sebesar Rp2 miliar yang dibagi untuk dua momen hari besar keagamaan nasional (HBKN), yakni Ramadan dan Natal 2025. Dana tersebut bersumber dari insentif fiskal.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal