Pagannews.id - Harga beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur mengalami kenaikan, berkisar antara Rp12.800 hingga Rp13.000 per kilogram (kg), dengan stok yang tersedia sebanyak 47 ton.
Di beberapa wilayah di Indonesia, harga beras medium dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kg masih berlaku, di antaranya di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Beras Cipinang, Sabtu (1/3/2025), Satgas Pangan Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika menemukan adanya pedagang yang menjual beras dengan harga lebih tinggi dari HET yang ditetapkan.
Sidak ini tidak hanya berlangsung di Pasar Induk Beras Cipinang, tetapi juga mencakup pengecekan harga dan stok di 10 pasar di Jakarta Utara, dua pasar di Jakarta Selatan, empat pasar di Jakarta Barat, empat pasar di Jakarta Pusat, serta satu pasar di Kepulauan Seribu.
Selain itu, tim Satgas juga melakukan pengecekan di pasar-pasar yang berada di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi, Depok, dan Kota Bekasi.
Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan harga HET beras medium menjadi Rp13.000 per kg. Menurutnya, harga tersebut lebih realistis mengingat situasi dan biaya yang dikeluarkan oleh pedagang untuk mendapatkan beras di pasar induk.
“Harga HET yang semestinya sekarang, kalau kita melihat situasi dan kondisi harga sekarang Rp13.500 lah,” ungkap Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan bahwa harga gabah yang menjadi bahan dasar beras sudah mencapai Rp6.500 per kg, dan setelah melalui proses pengolahan serta tambahan biaya lainnya, harga beras di Pasar Induk Cipinang bisa mencapai Rp13.200 per kg.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah bisa menaikkan HET minimal sebesar seribu rupiah agar pedagang dapat tetap meraih keuntungan.
“Naik seribu perak, itu baru cocok. Mudah-mudahan dengan ini bisa membawa dampak baik untuk kami sebagai pedagang,” tambahnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.