Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Bencana Hidrometeorologi Melanda 16 Kecamatan di Kabupaten Bogor

Bagikan
Hujan deras menyebabkan peningkatan kadar air di tanah dan debit air di hulu sungai, yang berujung pada terjadinya bencana di berbagai titik di wilayah Kabupaten Bogor. (Foto : ilustrasi/Pixabay)
Hujan deras menyebabkan peningkatan kadar air di tanah dan debit air di hulu sungai, yang berujung pada terjadinya bencana di berbagai titik di wilayah Kabupaten Bogor. (Foto : ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilanda bencana alam hidrometeorologi yang melibatkan tanah longsor, banjir, angin kencang, dan kejadian orang hanyut pada Minggu (2/3/2025) petang hingga malam.

Hujan deras yang terjadi sepanjang hari menyebabkan peningkatan kadar air di tanah dan debit air di hulu sungai, yang berujung pada terjadinya bencana di berbagai titik di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang telah menyebabkan bencana alam di 28 desa yang tersebar di 16 kecamatan.

"Bencana alam ini berupa tanah longsor, banjir, kejadian orang hanyut, dan angin kencang," ujar Adam, Senin (3/3/2025).

Tanah longsor tercatat melanda delapan kecamatan di Kabupaten Bogor, dengan dampak yang cukup signifikan. Lokasi yang terdampak longsor meliputi Kecamatan Cijeruk (Desa Cijeruk dan Desa Tanjungsari), Kecamatan Sukaraja (Desa Cimandala dan Desa Nagrak), serta Kecamatan Megamendung (Desa Kuta, Desa Sukagalih, Desa Gadog, dan Desa Sukakarya).

Selain itu, Kecamatan Sukamakmur (Desa Sirnajaya), Kecamatan Ciawi (Desa Bojong Murni), Kecamatan Sukajaya (Desa Harkatjaya), Kecamatan Leuwisadeng (Desa Sadengkolot), dan Kecamatan Babakan Madang (Desa Bojongkoneng) juga turut terdampak.

Selain tanah longsor, bencana banjir juga menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor. Banjir terjadi di Kecamatan Parungpanjang (Desa Kabaosiran dan Desa Cibunar), Kecamatan Cisarua (Desa Tugu Utara, Desa Tugu Selatan, Desa Batu Layang, Desa Kopo, Desa Jogjogan, dan Desa Cibeureum), serta Kecamatan Bojonggede (Desa Rawa Panjang).

Kecamatan Cigudeg (Desa Rengasjajar), Kecamatan Tenjo (Desa Cilaku), Kecamatan Dramaga (Desa Babakan), dan Kecamatan Rumpin (Desa Sukasari) juga mengalami dampak banjir.

Kejadian Orang Hanyut dan Angin Kencang

Selain itu, BPBD melaporkan adanya kejadian orang hanyut di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Citeko. Sementara itu, angin kencang juga terjadi di Kecamatan Jasinga, Desa Setu, yang mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan merusak infrastruktur setempat.

BPBD Kabupaten Bogor segera melakukan berbagai upaya darurat untuk menangani dampak yang ditimbulkan. Langkah-langkah yang telah diambil meliputi evaluasi lokasi bencana, pengamanan daerah terdampak, persiapan peralatan dan logistik, pembersihan pohon tumbang, serta evakuasi warga yang terkena banjir.

Adam juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang demi mencegah potensi bencana lebih lanjut.

"Kami mengingatkan warga untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak berwenang," ujarnya.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi call center kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor di nomor 0812 1010 9002. Selain itu, telepon gratis Bogor Siaga juga tersedia di nomor 112 untuk layanan darurat.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal