Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pertanian (Distan) setempat, tengah gencar melaksanakan vaksinasi sapi untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga kesehatan ternak di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Gumas, Yuliana Elisabet, mengungkapkan bahwa vaksinasi pertama telah berhasil diselesaikan pada 50 ekor sapi di dua kelurahan di Kecamatan Kurun.
“Kami telah menyelesaikan vaksinasi terhadap 50 ekor sapi guna mencegah penyakit mulut dan kuku,” kata Yuliana, Jumat (7/3/2025).
Rincian vaksinasi tersebut adalah 34 ekor sapi di Kelurahan Kuala Kurun dan 16 ekor sapi di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir. Vaksinasi ini dilaksanakan pada 10 hingga 12 Februari 2025, dengan dosis yang diberikan sesuai dengan jumlah yang disediakan oleh Kementerian Pertanian, yaitu sebanyak 50 dosis.
Meskipun vaksinasi berjalan dengan baik, Yuliana mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya. Salah satunya adalah kesulitan dalam mengkandangkan sapi dan mengikatnya oleh pemilik ternak. Namun, petugas di lapangan tetap berhasil mengatasi kendala tersebut dan memastikan vaksinasi berjalan lancar.
Dalam waktu dekat, 50 ekor sapi yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama akan kembali menerima vaksinasi dosis kedua. Beberapa bulan kemudian, sapi-sapi tersebut juga akan mendapatkan vaksinasi booster.
"Kami menunggu kedatangan vaksinasi dosis kedua, dan setelah itu, kami akan melakukan vaksinasi dosis kedua terhadap 50 ekor sapi yang sudah mendapat dosis pertama," ujarnya.
Untuk memastikan kelancaran vaksinasi dosis kedua, Distan Gumas akan mengumumkan kepada pemilik ternak melalui masing-masing kelurahan agar mereka dapat mempersiapkan ternak mereka dengan baik.
Meskipun vaksinasi sudah dilakukan, Yuliana mengingatkan pemilik ternak agar tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan lainnya untuk menghindari penyebaran PMK.
"Kami mengimbau pemilik ternak untuk tetap menjaga lalu lintas ternak, menerapkan biosekuriti terhadap ternak dan pemiliknya, serta melakukan tindakan pencegahan lainnya," katanya.
Penyakit mulut dan kuku sendiri bukanlah hal baru di Kabupaten Gumas. Beberapa tahun lalu, PMK sempat menyerang sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Tewah. Namun, pihak Distan Gumas berhasil menangani kasus tersebut, dan ternak yang terkena PMK dapat sembuh.
"Kami bisa mengatasi kasus PMK di Kecamatan Tewah, dan ternak yang terinfeksi bisa sembuh," jelas Yuliana.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.