Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Gubernur Lampung Dorong Stabilitas Harga Gabah melalui Pengawasan Daerah

Bagikan
Gubernur Lampung dorong stabilitas harga gabah melalui pengawasan daerah.
Gubernur Lampung dorong stabilitas harga gabah melalui pengawasan daerah.

Pangannews.id - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan harga pembelian gabah petani tetap sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp6.500 per kilogram.

Rahmat meminta agar bupati, camat, hingga kepala desa di seluruh daerah di Lampung aktif memantau dan mengawasi harga gabah selama musim panen.

"Saat ini sudah mulai panen, dan saya minta kepada seluruh kepala daerah, selain bupati, camat, hingga kepala desa, untuk memastikan agar gabah petani dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram tanpa syarat. Tidak boleh di bawah itu," ujarnya dalam pertemuan yang berlangsung di Bandarlampung pada Rabu (12/3/2025).

Selain itu, Rahmat juga menegaskan bahwa aturan serupa berlaku untuk hasil panen jagung, yang juga harus dibeli sesuai dengan harga pokok penjualannya.

Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas harga bahan pangan di wilayah Lampung.

Sebagai upaya pendukung, Pemerintah Provinsi Lampung juga meluncurkan program bantuan pengering gabah dan jagung untuk seluruh daerah. Program ini bertujuan agar gabah dan jagung hasil panen petani tidak keluar desa dalam kondisi basah, yang dapat menurunkan harga jualnya.

"Kami akan memberikan pengering untuk jagung dan gabah di seluruh daerah. Dengan cara ini, tidak ada lagi gabah dan jagung yang keluar dalam bentuk basah, melainkan dalam bentuk gabah kering panen, sehingga harganya jauh lebih baik," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program pengering gabah ini akan membantu petani meningkatkan pendapatan mereka, mengingat harga gabah kering lebih stabil dan menguntungkan dibandingkan gabah basah.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung sebelumnya memproyeksikan bahwa luas panen di Lampung pada Januari hingga April 2025 akan mencapai 251,98 ribu hektare, meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

Selain itu, produksi padi diprediksi mencapai 1,37 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan kenaikan sebesar 71,82 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Untuk produksi beras, BPS mencatatkan angka sebesar 1,60 juta ton pada tahun 2024, yang juga mengalami peningkatan sebesar 1,21 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada subround I 2025, diperkirakan produksi beras di Lampung akan mencapai 788,62 ribu ton, naik 71,82 persen dibandingkan tahun lalu.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal