Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BPOM Siap Kembangkan Obat dan Makanan Lokal, Potensi Capai Rp300 Triliun

Bagikan
BPOM siap kembangkan obat dan pangan lokal (Foto: pom.go.id)
BPOM siap kembangkan obat dan pangan lokal (Foto: pom.go.id)

Pangannews.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pertanian terkait pengawasan obat dan makanan.

MoU ini bertujuan meningkatkan keamanan, mutu, gizi, serta daya saing produk pertanian, termasuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan, baik dalam bentuk segar maupun olahan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan bahwa kerja sama ini juga mencakup penguatan integritas peredaran bahan obat dan obat, serta pengendalian resistensi antimikroba di sektor kesehatan manusia dan hewan.

"Khusus untuk pengembangan obat yang asli dari Indonesia, potensinya bisa mencapai Rp300 triliun setiap tahun. Kami berkomitmen siap mendukung dalam mengembangkan obat dan makanan segar asli Indonesia," ungkap Taruna Ikrar, dikutip Kamis, 27 Maret 2025.

Selain itu, BPOM juga akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha di sektor obat dan pangan berbasis produk pertanian.

"Utamanya adalah terhadap pelaku usaha yang memproduksi dan/atau mengedarkan obat dan makanan yang berasal dari produk pertanian. Kami akan mengupayakan peningkatan kapasitas para pelaku usaha tersebut. Ini merupakan salah satu tujuan dari MoU dengan Kementerian Pertanian ini," tambahnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik kerja sama ini dan menilai bahwa kolaborasi dengan BPOM merupakan peluang besar bagi masyarakat, sejalan dengan program pemerintah.

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, yaitu 1 desa 1 koperasi. Di dalam koperasi tersebut dicanangkan akan terdapat apotek, maka dari itu, kami membutuhkan sinergisme dan sosialisasi regulasi, kebijakan, dan standar pengawasan BPOM dalam menjamin pangan bergizi, obat herbal berstandar, dan juga kosmetik aman yang beredar di masyarakat," harapnya.

Ia juga mengapresiasi BPOM atas upaya pemberantasan kosmetik ilegal serta komitmennya dalam mendukung pengawasan produksi obat herbal dalam negeri.

"Kami siap mendukung BPOM dalam mengawasi perkembangan produksi obat herbal dalam negeri yang berdaya saing dan dapat dijangkau oleh masyarakat dengan harga yang lebih murah, serta terjamin mutu dan khasiatnya untuk meningkatkan perekonomian," tambah Andi Amran.

Ia menutup paparannya dengan menyoroti potensi besar obat herbal di Indonesia, sembari berbagi pengalaman pribadinya.

"Masalah obat potensinya besar. Ini saya dapat obat dari Cina, satunya harganya Rp25 juta, obat untuk stroke dan ini obat [efeknya] luar biasa. Nah, kalau dikembangkan dengan bahan lokal, ini potensinya luar biasa," tutupnya.

Editor: Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal