Pangannews.id – Untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani kejadian yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon menggelar sosialisasi mengenai mekanisme penanganan Kejadian Luar Biasa Keamanan Pangan (KLB KP) di Provinsi Maluku.
Kepala BPOM Ambon, Tamran Ismail, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan panduan dan langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi situasi KLB KP.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai penanganan keamanan pangan yang responsif terhadap kejadian luar biasa yang dapat membahayakan masyarakat,” kata Tamran.
Sosialisasi ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai instansi terkait, serta Loka POM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Tamran menambahkan bahwa prosedur deteksi dan penanganan KLB KP telah diatur sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan penekanan pada pengawasan lebih ketat terhadap peredaran pangan yang berisiko.
Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membentuk tim gerak cepat di setiap kabupaten, yang akan bekerja sama dalam penanganan KLB KP. Selain itu, akan dibentuk jejaring laboratorium yang dapat melakukan uji sampel keracunan dengan cepat untuk mengetahui penyebab keracunan secara akurat.
Melalui sosialisasi ini, BPOM berharap pemerintah daerah dan masyarakat di Provinsi Maluku lebih siap dan waspada dalam menghadapi potensi KLB KP.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam sosialisasi ini untuk berperan aktif dalam penanggulangan KLB KP bersama lintas sektor di daerah,” pungkas Tamran.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.