Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Burung Hantu Jadi Solusi Ramah Lingkungan Atasi Hama Tikus di Sawah

Bagikan
Burung Hantu jadi solusi ramah lingkungan atasi hama tikus di sawah. (Foto : pixabay)
Burung Hantu jadi solusi ramah lingkungan atasi hama tikus di sawah. (Foto : pixabay)

Pangannews.id - Pemerintah bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan burung hantu jenis Tyto alba sebagai solusi pengendalian hama tikus secara alami dan ramah lingkungan di sektor pertanian.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pertanian berkelanjutan yang tengah dikembangkan di berbagai daerah, termasuk Majalengka, Jawa Barat.

Peneliti Ahli Madya BRIN yang juga Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan, Yudhistira Nugraha, menjelaskan bahwa seekor burung hantu dewasa dapat memangsa beberapa ekor tikus setiap malam di alam terbuka, menjadikannya predator alami yang efektif.

"Namun dalam situasi ledakan populasi tikus (outbreak), burung hantu saja tidak cukup. Dibutuhkan pendekatan terpadu yang mencakup metode mekanik seperti grobyokan, pengemposan sarang, dan sistem trap barrier sebagai tindakan preventif," ujar Yudhistira melalui keterangan resmi BRIN.

Ia menambahkan, strategi pengendalian hama harus dilakukan secara komprehensif untuk mencegah kerusakan parah dan menjaga kestabilan populasi hama dengan dukungan dari predator alami.

Namun demikian, Yudhistira mengingatkan pentingnya pengelolaan populasi burung hantu secara hati-hati. Jika sumber makanan utama mereka (tikus sawah, red) menipis, Tyto alba berpotensi memangsa hewan lain seperti burung kecil, kelelawar, bahkan ternak kecil.

Untuk mendukung konservasi dan efektivitas program ini, petani didorong menyediakan rumah burung hantu berupa kotak sarang di tiang setinggi 4–5 meter di area pertanian.

“Karena Tyto alba tidak membangun sarang sendiri, ketersediaan rumah buatan menjadi kunci keberhasilan,” jelasnya.

Menurut Yudhistira, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif petani, edukasi di lapangan, serta dukungan kebijakan dari pemerintah.

“Sinergi antara konservasi dan strategi pengendalian hama terpadu adalah masa depan sistem pertanian modern yang aman dari hama dan tetap menjaga keseimbangan lingkungan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah akan membantu pengadaan 1.000 ekor burung hantu untuk petani di Majalengka yang mengalami serangan hama tikus.

“Kita juga harus cari obat antihama yang kita buat sendiri. Tapi di sini, saya mendapat laporan bahwa hama tikus sangat mengganggu, dan katanya solusi paling efektif saat ini adalah burung hantu,” kata Presiden, 7 April lalu.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal