Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Bulog Indramayu Maksimalkan Penyerapan Gabah Petani Selama Panen Raya

Bagikan
Bulog Indramayu maksimalkan penyerapan gabah petani selama panen raya. (Foto : pixabay)
Bulog Indramayu maksimalkan penyerapan gabah petani selama panen raya. (Foto : pixabay)

Pangannews.id - Perum Bulog Cabang Indramayu terus mengintensifkan penyerapan gabah petani selama musim panen raya yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil panen terserap optimal dan petani mendapatkan harga jual yang layak sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Kepala Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, mangatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim jemput gabah yang akan bekerja sama dengan mitra penggilingan. Strategi ini dinilai efektif dalam mendekatkan proses pembelian gabah langsung ke sentra-sentra produksi.

"Tim serap gabah yang kami bentuk sudah memiliki pengalaman sebelumnya dan mampu menyerap hingga 1.000 sampai 1.500 ton per hari pada puncak panen," kata Sri.

Hingga pertengahan April 2025, Bulog Indramayu telah berhasil menyerap 59.196 ton gabah kering panen (GKP) dan 1.558 ton beras, yang secara keseluruhan setara dengan 33.000 ton beras. Tahun ini, Bulog menargetkan penyerapan sebesar 107.204 ton setara beras.

Penyerapan dilakukan berdasarkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, berlaku untuk semua kualitas gabah dengan syarat kondisi gabah bersih, tidak basah, dan tidak berkecambah.

Selain itu, Bulog juga membuka akses langsung bagi petani yang ingin menjual gabahnya melalui mekanisme pelaporan ke Babinsa setempat. Setelah petani terdata, tim Bulog akan datang ke lokasi dan melakukan pembayaran secara tunai.

“Petani cukup melapor ke Babinsa, lalu tim kami akan datang untuk menjemput dan membayar gabah langsung di tempat,” tambah Sri Wahyuni.

Upaya ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang.

“Alhamdulillah, dalam satu setengah bulan ini, Bulog bersama jajaran TNI telah banyak menyerap gabah petani. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya.

Sutatang juga menilai bahwa harga pembelian yang ditetapkan pemerintah menjadi angin segar bagi petani, mengingat tingginya biaya produksi pertanian saat ini. “HPP Rp6.500 per kilogram memberikan keuntungan yang layak bagi petani,” katanya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal