Pangannews.id - Untuk mengembangkan sektor industri pangan lokal, tim penyuluh dan pengawas Keamanan Pangan Dinas Kesehatan (Dineks) Kabupaten Aceh Besar melakukan inventarisasi terhadap Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) unggulan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Besar, Nelly Ulfiati, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi industri rumah tangga pangan yang tersebar di wilayah tersebut.
“Inventarisasi IRTP ini untuk pengembangan industri dan identifikasi sarana industri rumah tangga pangan di Aceh Besar,” ujarnya.
Menurutnya, potensi industri pangan di Aceh Besar sangat besar, namun membutuhkan dukungan lintas sektor agar bisa berkembang secara optimal. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci.
“Pengembangan potensi ini butuh sinergis dengan berbagai pemangku kepentingan, baik Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, PLUT, DPMPTSP, DFI, PKP, maupun media,” tambahnya.
Kegiatan inventarisasi ini juga menjadi bagian dari upaya menggali potensi kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengedukasi pelaku usaha. Tujuannya adalah agar mereka dapat memproduksi pangan secara sehat, aman, dan sesuai dengan regulasi, termasuk dalam hal perizinan usaha.
Hingga April 2025, Dinas Kesehatan Aceh Besar mencatat terdapat 569 sarana IRTP di wilayah tersebut, terdiri dari 476 sarana aktif dan 39 sarana yang saat ini dalam tahap pengawasan.
Rita Mutia, salah satu penyuluh di tim pengawasan pangan, menambahkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pembinaan dan pengawasan langsung terhadap IRTP di bawah binaan Dinas Kesehatan.
“Setiap tahun kita melakukan dua kali penyuluhan pangan bagi para pelaku usaha. Selain memberikan informasi dan edukasi tentang produk yang aman pangan, kita juga mendorong dan membantu mereka untuk melengkapi izin usahanya,” kata Rita.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.