Pangannews.id – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, mencatat Perum Bulog telah menyerap sekitar 1.500 ton gabah kering panen (GKP) dari petani lokal hingga April 2025.
Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk nyata keberhasilan kebijakan nasional dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani.
“Bulog telah membeli sekitar 1.500 ton gabah kering panen (GKP) petani,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PPU, Mulyono, di Penajam, Senin (5/5/2025).
Ia menyebut kebijakan wajib serap gabah oleh Bulog sangat krusial dalam menciptakan sistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan di daerahnya.
"Keberlanjutan penyerapan gabah merupakan faktor kunci dalam menciptakan pertanian yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Penajam Paser Utara," tambahnya.
Dinas Ketahanan Pangan setempat turut berperan aktif dalam memastikan proses penyerapan berjalan lancar di lapangan, mulai dari pendampingan hingga pemantauan teknis agar tidak ada hambatan yang merugikan petani.
Penyerapan gabah oleh Bulog, kata Mulyono, menjadi jaminan penting bagi para petani yang sebelumnya kerap kesulitan menjual hasil panen, terutama saat panen raya yang menyebabkan harga anjlok akibat surplus produksi.
"Penyerapan yang konsisten oleh Bulog memberikan rasa aman bagi petani karena ada kepastian pasar dan harga yang layak," ujarnya.
Kabupaten Penajam Paser Utara diketahui memiliki lahan pertanian padi produktif seluas 14.070 hektare. Dalam setahun, para petani bisa melakukan dua kali panen dengan rata-rata produksi mencapai 3-4 ton per hektare. Total hasil panen padi di wilayah ini pada 2024 tercatat sekitar 50.672 ton.
Yang menarik, pada musim panen pertama 2025, terjadi lonjakan produksi signifikan. Mulyono menyebut rata-rata hasil panen petani meningkat menjadi 6,3 hingga 6,6 ton per hektare, melonjak tajam dari rata-rata sebelumnya yang hanya berkisar 3,4 sampai 4 ton per hektare.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah pusat dan kepastian pembelian oleh Bulog.
“Penyerapan gabah hasil panen petani oleh Perum Bulog berdampak signifikan bagi stabilitas harga dan jaminan pasar,” ujarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.