Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya mencegah meluasnya serangan hama wereng coklat yang mengancam tanaman padi milik petani.
Sejak Januari hingga April 2025, tim gabungan telah tiga kali melakukan pengendalian hama secara massal di beberapa wilayah terdampak.
Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Imrefli, mengatakan pengendalian dilakukan di Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara dengan menyemprotkan pestisida ke lahan-lahan pertanian yang diserang hama.
"Pengendalian ini kita lakukan secara terkoordinasi bersama petugas pengamat organisme pengganggu tanaman (OPT), kelompok tani, dan pihak terkait lainnya," ujar Arief di Lubuk Basung, Kamis (8/5/2025).
Selain penyemprotan, Dinas Pertanian juga menyalurkan bantuan pestisida kepada petani guna menekan penyebaran hama yang dikenal merusak batang dan daun tanaman padi tersebut.
Data Dinas Pertanian mencatat, hingga saat ini sekitar 25,5 hektare lahan padi di Agam telah terdampak serangan wereng coklat. Lokasi tersebar di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari, dan Palembayan.
Dengan pengendalian yang dilakukan secara intensif, Arief memastikan kondisi padi petani saat ini sudah kembali aman dari serangan hama.
"Alhamdulillah, hasilnya cukup efektif. Kita berhasil menekan penyebaran wereng coklat dan menyelamatkan padi petani dari ancaman gagal panen," tambahnya.
Ke depan, Pemkab Agam berencana membentuk Brigade Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman.
Brigade ini akan difokuskan pada respons cepat terhadap serangan hama, penguatan pengetahuan petani dalam teknik pengendalian, serta menjadi wadah dalam penyaluran bantuan.
"Kita ingin ada sistem yang lebih terstruktur dalam menangani masalah hama, agar petani lebih siap dan produksi pertanian tetap terjaga," tutup Arief.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.