Pangannews.id - Menanggapi tingginya permintaan konsumsi ayam potong yang mencapai 700 ton setiap bulan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus memperkuat pembinaan dan pelatihan bagi para peternak lokal guna meningkatkan produksi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menjelaskan bahwa dari total kebutuhan tersebut, sekitar 400 ton diperuntukkan bagi masyarakat umum. Sementara 300 ton lainnya diserap oleh PT Pangansari Utama, penyedia utama katering bagi PT Freeport Indonesia.
“Untuk mendorong peningkatan produksi ayam potong lokal, kami telah menjalin kerja sama dengan PT Pangansari Utama sejak tahun 2023. Dalam kerja sama tersebut disepakati penyerapan daging ayam lokal hingga 50 ton per bulan,” ujar Sabelina.
Ia menegaskan komitmen dinas untuk terus membina para peternak lokal dalam penerapan praktik peternakan yang baik (Good Farming Practices) agar produksi ayam potong tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga memenuhi standar kualitas pasar.
“Bimbingan yang kami berikan bertujuan agar produk peternak lokal mampu bersaing, sekaligus mendukung kemandirian pangan di Mimika berbasis produksi dalam negeri,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi penguatan sektor peternakan, pemerintah daerah juga telah membangun rumah potong hewan unggas berstandar nasional di kawasan Pasar Sentral Timika.
Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi penopang utama dalam menjaga higienitas dan mutu produk ayam potong dari para peternak lokal.
Saat ini, tercatat ada sebanyak 37 peternak ayam potong di Mimika yang aktif dibina oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ke depan, jumlah ini ditargetkan terus bertambah seiring meningkatnya permintaan dan dukungan dari berbagai pihak.
“Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan peternak lokal, kami optimistis Mimika bisa melangkah menuju kemandirian pangan berbasis potensi lokal,” pungkas Sabelina.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.