Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Bulog Sumut Serap 17.800 Ton Setara Beras dari Petani Lokal

Bagikan
Bulog Sumut menyerap 17.800 ton setara beras atau sekitar 35.600 ton gabah kering panen (GKP) dari para petani lokal hingga awal Juni 2025. (Foto : ilustrasi/Pixabay)
Bulog Sumut menyerap 17.800 ton setara beras atau sekitar 35.600 ton gabah kering panen (GKP) dari para petani lokal hingga awal Juni 2025. (Foto : ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyerap 17.800 ton setara beras atau sekitar 35.600 ton gabah kering panen (GKP) dari para petani lokal hingga awal Juni 2025. Namun, pencapaian tersebut masih menyisakan kekurangan sekitar 2.900 ton setara beras dari target penyerapan bulan ini.

"Selisih target untuk Juni ini masih kurang 2.900 ton setara beras atau 5.800 ton GKP," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, di Medan, Senin (9/6/25).

Menurut Budi, meski musim panen telah mulai surut, sejumlah wilayah di Sumatera Utara seperti Kabupaten Simalungun, Asahan, Mandailing Natal, dan Tapanuli Selatan masih menjadi sumber pasokan utama beras.

"Untuk bulan ini, jumlah GKP yang kami serap mencapai 35 hingga 50 ton per hari. Ini menurun dibandingkan waktu normal yang bisa mencapai 150 sampai 200 ton per hari," ungkapnya.

Bulog Sumut memperkirakan penyerapan akan kembali meningkat pada awal Juli, ketika beberapa wilayah seperti Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batu Bara, dan Langkat mulai memasuki masa panen. Kendati demikian, panen raya di wilayah ini diperkirakan baru berlangsung pada akhir Juni hingga Agustus 2025.

Dari kegiatan penyerapan yang berlangsung secara intensif, Bulog Sumut kini mengantongi stok beras sebanyak 70.000 ton di gudang. Untuk mempercepat proses penyerapan, Bulog juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta dalam pengolahan gabah petani menjadi beras siap simpan.

"Selain itu, kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah, Kodam I Bukit Barisan melalui para Babinsa, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan mitra lainnya," tambah Budi.

Bulog juga mengimbau petani agar tidak ragu menjual gabah ke Bulog, mengingat harga yang ditawarkan cukup kompetitif, yakni Rp6.500 per kilogram.

Harga ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025, yang merupakan revisi dari keputusan sebelumnya tentang Harga Pembelian Pemerintah dan rafaksi harga gabah dan beras.

"Kami harap petani memanfaatkan kesempatan ini. Selain harga sesuai regulasi, penyerapan gabah oleh Bulog juga bertujuan menjaga kestabilan harga dan ketahanan pangan di daerah," pungkas Budi.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal