Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Harga Gabah di Abdya Tembus Rp 7.600/kg, Pemerintah Minta Petani Tidak Jual Seluruh Hasil Panen

Bagikan
“Ilustrasi” petani. (Foto: iStockphoto)
“Ilustrasi” petani. (Foto: iStockphoto)

Pangannews.id - Harga gabah kering panen di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melonjak hingga Rp 7.600 per kilogram pada musim panen perdana Musim Tanam (MT) Gadu 2025.

Angka ini jauh melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Hendri Yadi, menyampaikan bahwa lonjakan harga gabah memberikan dorongan semangat baru bagi para petani untuk terus membudidayakan padi.

Ia berharap Abdya tetap mempertahankan statusnya sebagai lumbung pangan Provinsi Aceh dan penyangga bagi daerah sekitarnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas naiknya harga gabah yang membuat petani padi Abdya senang. Tentu senyum mereka membuat kami bahagia,” kata Hendri, dikutip Kamis, 24 Juli 2025.

Meski harga sedang tinggi, Hendri mengingatkan petani agar tidak menjual seluruh hasil panen mereka.

Ia menekankan pentingnya menyisakan padi untuk kebutuhan pangan rumah tangga agar petani tidak perlu membeli beras di kemudian hari.

Dengan harga yang melebihi HPP, Bulog tidak dapat membeli gabah dari petani. Namun, apabila harga gabah turun di bawah HPP, Bulog siap menyerap hasil panen dengan harga Rp 6.500 per kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada MT Gadu tahun ini, luas tanam padi di Abdya mencapai sekitar 8.000 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan.

Pemerintah setempat memperkirakan produksi padi akan menyentuh angka 50 ribu ton.

“Kita berharap petani terus semangat dalam membudidayakan padi, sebab ini merupakan sektor andalan Abdya,” pungkas Hendri.

Editor: Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal