Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Ekspansi Cepat Program Makan Bergizi, BGN Siap Habiskan Rp76 Triliun hingga Desember

Bagikan
BGN siap habiskan Rp76 triliun hingga Desember 2025 untuk Program MBG. (Foto : Antara)
BGN siap habiskan Rp76 triliun hingga Desember 2025 untuk Program MBG. (Foto : Antara)

Pangannews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim ekspansi cepat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjangkau 50 juta penerima manfaat pada September 2025, naik drastis dari capaian saat ini sekitar 8,2 juta.

Anggaran program pun ikut melonjak, dengan estimasi menyentuh Rp76 triliun di akhir tahun 2025.

“September kita sudah bisa melayani kurang lebih 50 juta penerima manfaat,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025) kemarin.

Saat ini BGN telah membentuk 3.338 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.700 kecamatan. Jika satu unit SPPG rata-rata melayani 3.000 orang, maka dalam waktu dekat angka penerima manfaat diprediksi tembus 10 juta orang.

“Dalam dua hari kita sudah akan mendapatkan data penerima manfaat itu sudah lebih dari 10 juta,” ujar Dadan.

Program ini disebut sebagai bagian dari upaya strategis menurunkan angka malnutrisi dan memperkuat ketahanan pangan anak-anak Indonesia, sekaligus menciptakan lapangan kerja melalui perekrutan lebih dari 106 ribu tenaga pelaksana.

Namun perluasan program yang begitu cepat juga datang dengan konsekuensi anggaran yang signifikan. Realisasi penyerapan anggaran hingga awal Agustus sudah mencapai Rp7,9 triliun, jauh melampaui proyeksi bulan Juli yang hanya sekitar Rp6 triliun.

“Kita perkirakan nanti di bulan Agustus akan terserap Rp3 triliun, sehingga kumulatif akan Rp9 triliun,” ungkap Dadan.

Berikut proyeksi penyerapan anggaran ke depan:

  • September: Rp19 triliun
  • Oktober: Rp37 triliun
  • November: Rp59 triliun
  • Desember: Rp76 triliun

Dari total itu, alokasi khusus untuk MBG mencapai Rp52 triliun. Namun, Dadan mengakui bahwa jumlah tersebut belum cukup dan masih dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp24 triliun lagi.

“Jadi kami untuk makan bergizi (MBG) saja akan membutuhkan tambahan Rp24 triliun,” katanya.

Meski angka jangkauan dan serapan anggaran menunjukkan laju yang agresif, program ini juga tengah diuji dengan tantangan kualitas dan keamanan, menyusul laporan keracunan makanan MBG di beberapa daerah seperti Kupang dan Kulon Progo.

Beberapa pengamat menilai, ekspansi besar-besaran tanpa pengawasan ketat bisa membuka celah distribusi yang rawan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal