Pangannews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua terus menggenjot ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan menyalurkan bantuan bibit keladi dan benih padi ke empat wilayah pesisir, yakni Biak Numfor, Waropen, Kepulauan Yapen, dan Supiori.
Langkah ini tak hanya menyasar peningkatan hasil pertanian, tapi juga mendukung rantai pasok untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan di sekolah-sekolah Papua.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pangan Papua, Lunanka Daimboa, mengatakan bahwa pendekatan berbasis komoditas lokal merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian petani.
“Dengan benih unggul, hasil panen diharapkan meningkat baik dari sisi volume maupun kualitas, sehingga bisa dikonsumsi langsung maupun dijual,” jelas Lunanka.
Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal seperti keladi dan padi bukan hanya soal swasembada, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani yang selama ini bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Pemerintah bahkan menargetkan agar hasil panen lokal bisa langsung terserap melalui program makan bergizi di sekolah. Dengan begitu, distribusi pangan tidak hanya menyuplai kebutuhan siswa, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani setempat.
“Sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional 2025, pangan lokal Papua tidak hanya ubi atau sagu, tapi juga mencakup komoditas lain yang tumbuh di wilayah ini,” tambahnya.
Bantuan yang diberikan meliputi berbagai sarana pendukung, dari bibit keladi, pupuk organik, alat pertanian seperti gembor, gerobak, hingga chainsaw mini.
Sementara untuk komoditas padi, disalurkan benih sebanyak 100 kilogram untuk lahan penangkaran seluas empat hektare, berikut pestisida, herbisida, pupuk NPK, dan satu unit power thresher.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.