Pangannews.id - Untuk mengantisipasi meningkatnya kasus gigitan ular berbisa di kalangan masyarakat Suku Badui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak akan mendistribusikan sebanyak 250 vial serum anti bisa ular (Abu) ke sejumlah puskesmas yang berbatasan dengan wilayah permukiman Badui.
Plt. Kepala Dinkes Lebak, Endang Komarudin, mengatakan bahwa pendistribusian akan dilakukan mulai pekan depan, menyusul pesanan serum yang telah diajukan ke produsen PT Biofarma Bandung.
“Pekan depan sudah tersedia serum Abu sebanyak 250 vial untuk puskesmas di perbatasan wilayah permukiman masyarakat Badui,” ujar Endang, dikutip dari Antara.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya aktivitas pertanian warga Badui di kawasan hutan Gunung Kendeng yang berisiko tinggi terhadap gigitan ular berbisa.
Jenis ular yang umum ditemui di wilayah tersebut antara lain ular tanah, ular hitam, ular kobra, dan ular belang.
Tingginya curah hujan akhir-akhir ini juga memperparah situasi, karena membuat ular lebih sering keluar dari sarangnya dan memasuki area permukiman untuk mencari makanan seperti kodok dan tikus.
30 Kasus dalam 4 Bulan, 2 Korban Meninggal
Sekretaris Desa Kanekes, Medi, mengungkapkan bahwa dalam empat bulan terakhir, tercatat sebanyak 30 kasus gigitan ular berbisa di komunitas Badui. Dua di antaranya meninggal dunia, dan satu warga mengalami amputasi jari.
“Kami sekarang jika ada warga Badui yang menjadi korban gigitan ular berbisa dirujuk ke RSUD Banten, karena dipastikan ada serum Abu dibandingkan RSUD Adjidarmo Rangkasbitung,” ungkap Medi.
Saat ini, sebagian besar korban harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lengkap karena keterbatasan stok serum di puskesmas-puskesmas lokal.
Puskesmas yang akan menerima distribusi serum Abu antara lain Puskesmas Cisimeut, Puskesmas Leuwidamar, dan Cirinten, yang letaknya berdekatan dengan wilayah masyarakat Badui.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.