Pangannews.id - Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) melakukan penelusuran sumber benih kelapa genjah unggul di Kabupaten Paser untuk pengembangan benih kelapa berkualitas dan keberlanjutan sektor perkebunan rakyat.
Penelusuran dilakukan pada 21–22 Agustus 2025 di Desa Padang Pengrapat, Kecamatan Tanah Grogot, dengan melibatkan Ditjen Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian dan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Kegiatan ini bertujuan untuk menilai pohon induk kelapa genjah yang berpotensi menghasilkan benih unggul. Jika memenuhi kriteria, akan ditetapkan sebagai kebun sumber benih," ujar Kepala Seksi Pengawasan dan Peredaran Benih UPTD Pengawasan Benih Perkebunan Disbun Kaltim, Hildaria Fitriana.
Salah satu kebun yang menjadi lokasi penelusuran adalah milik Suherman, petani kelapa setempat. Kelapa genjah yang ditanam sejak 2015 tersebut berasal dari Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, dengan bibit awal yang didatangkan dari Kebumen, Jawa Tengah, sebelum varietas kelapa genjah Kebumen resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional.
Pohon-pohon kelapa genjah di kebun tersebut dikenal memiliki postur pendek, produktivitas tinggi, dan menghasilkan buah berukuran besar yang digemari warga.
"Dari total 115 pohon yang ditelusuri, tidak semuanya memenuhi kriteria kelapa genjah. Beberapa menunjukkan ciri kelapa hibrida alami sehingga tidak bisa ditetapkan sebagai sumber benih," jelas Hildaria.
Ia menyebut, jika lokasi ini ditetapkan sebagai Kebun Sumber Benih (KSB), maka pohon yang tidak sesuai harus ditebang demi menjaga keseragaman varietas.
"Jika ditetapkan, hanya kelapa genjah yang boleh dipertahankan. Ini penting untuk menjaga kualitas dan kemurnian benih," ujarnya.
Dari hasil penilaian awal, sebanyak 40 pohon induk terpilih (PIT) direkomendasikan sebagai calon penghasil benih unggul. Namun, penetapan resmi masih menunggu hasil presentasi dan evaluasi lebih lanjut oleh pemulia tanaman dan peneliti BRIN.
"Kami berharap kebun ini bisa menjadi sumber benih unggul kelapa genjah di Kalimantan Timur. Ini penting untuk mendukung produksi kelapa yang berkelanjutan dan bernilai jual tinggi di masa depan," pungkas Hildaria.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.