Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Putus Mata Rantai Stunting, Pemkab Lebak Bagikan Tablet Tambah Darah ke Remaja Putri

Bagikan
Putus mata rantai stunting, Pemkab Lebak bagikan tablet tambah darah ke remaja putri. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)
Putus mata rantai stunting, Pemkab Lebak bagikan tablet tambah darah ke remaja putri. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, memutus mata rantai stunting dengan memberikan tablet tambah darah (TTD) secara rutin kepada remaja putri.

Langkah ini diambil untuk mencegah anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) yang menjadi faktor risiko lahirnya anak stunting di masa depan.

"Remaja yang mengalami anemia dan KEK berpotensi melahirkan anak stunting," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP2KBP3A Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, dalam kegiatan sosialisasi pencegahan stunting di Lebak, Selasa (26/8/2025).

Tuti menjelaskan, pemberian TTD dilakukan secara rutin setiap bulan di sekolah-sekolah, mulai dari jenjang SMP hingga SMA/SMK. Sasaran utamanya adalah seluruh remaja putri di wilayah Lebak, agar memiliki kondisi gizi yang baik sebagai bekal menjadi calon ibu yang sehat.

“Remaja putri rentan mengalami anemia, maka kita perlu intervensi sejak dini. TTD menjadi salah satu upaya strategis,” katanya

Selain pemberian tablet zat besi, Tuti juga mendorong para remaja untuk menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin berolahraga.

Menurut laporan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), status gizi yang baik pada remaja putri terbukti dapat mencegah stunting saat mereka memasuki masa kehamilan di kemudian hari.

Kekurangan gizi saat remaja, terutama zat besi, dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan termasuk anemia, yang berdampak pada kualitas generasi berikutnya.

Tuti menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen penuh untuk menekan angka stunting, sebagai bagian dari upaya jangka panjang mempersiapkan Generasi Emas 2045.

“Kami percaya, pencegahan stunting dimulai dari remaja hari ini untuk mencetak generasi sehat dan unggul di masa depan,” pungkasnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal