Pangannews.id - Permasalahan soal lingkungan hidup, pertanian dan ketersediaan pangan menjadi hal penting di setiap negara, termasuk Indonesia. Penyelesaian, solusi dan inovasi dapat dihadirkan apabila pemerintah memilih kebijakan yang tepat.
Lahirnya kebijakan pemerintah dipengaruhi oleh sistem yang dianut oleh masing-masing negara, seperti demokrasi, otoritarian, dan lain-lain.
Kurt Cobb, seorang pengamat lingkungan membandingkan sistem pemerintahan otoriter dengan demokrasi dalam upaya menyelesaikan masalah lingkungan hidup.
Pendapatnya dituangkan dalam sebuah artikel berjudul “Can authoritarians solve our environmental problems?” , diterbitkan pada 21 September 2025, dikutip Pangannews.id dari Resilience.org pada Senin, 22 September 2025.
Lebih dalam, tulisan itu membahas kemampuan sistem otoriter dan demokratis dalam menangani masalah lingkungan global seperti perubahan iklim, penurunan keanekaragaman hayati, dan degradasi sumber daya alam.
Menurt Kurt Cobb, sistem demokrasi belum cukup mampu mengatasi permasalahan lingkungan hidup, hal tersebut disebabkan oleh sulitnya penegakkan undang-undang yang berpihak pada pelestarian lingkungan.
“Sejauh ini jawabannya belum banyak. Mungkin Anda pernah bertanya apakah publik dan korporasi perlu dipaksa melakukan hal yang benar dalam menghadapi ancaman lingkungan yang bersifat eksistensial. Demokrasi memang bisa memaksa dengan undang-undang; tetapi sejauh ini undang-undang dan penegakannya di kebanyakan negara belum cukup untuk mengubah arah krisis yang sedang dihadapi seluruh peradaban manusia” tulis Cobb.
Cobb juga menyampaikan bahwa sistem otoriter sering menarik dukungan ketika mampu mengatasi masalah mendesak masyarakat. Namun menurutnya, sebagaimana demokrasi, belum ada sistem otoriter di dunia yang berhasil menjadi solusi atas masalah lingkungan.
“Saya tidak melihat bagaimana pemerintahan otoriter, secerdas apa pun, bisa sungguh-sungguh menangani masalah ekologi kita. Pemimpin otoriter harus terlebih dahulu menangani masalah mendesak masyarakat yang hampir otomatis akan mengarahkan kebijakan ke arah yang berlawanan dengan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan lingkungan kita yang semakin besar” jelasnya.
Kurt Cobb juga mencatat bahwa kebijakan pembatasan migrasi, subsidi harga, dan peningkatan produksi untuk menjaga standar hidup tidak mengatasi penyebab kerusakan lingkungan.
“satu-satunya cara untuk meredam bencana adalah kesadaran luas akan perlunya pengurangan drastis cara hidup dan kemauan untuk bertindak” pungkasnya.
Editor: Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.