Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Peneliti Ungkap Dampak Buruk dari Kemajuan Industri Pertanian

Bagikan
“Ilustrasi” kemajuan industry pertanian. (Foto: iStockphoto)
“Ilustrasi” kemajuan industry pertanian. (Foto: iStockphoto)

Pangannews.id - Sebuah studi internasional yang terbit di Nature Food pada 10 September 2025 menunjukkan bahwa pekerjaan di sektor pangan global sedang bergeser besar-besaran. Penelitian berjudul “Pergeseran Ketenagakerjaan dan Kompensasi pada Rantai Nilai Agrifood” ini dilakukan oleh tim peneliti dari AS dan lembaga riset dunia.

Penelitian ini ditulis oleh tujuh pakar internasional, yaitu: Jing Yi, Shiyun Jiang, Dianna Tran, Miguel I. Gómez, Patrick Canning, Jeffrey R. Bloem, dan Christopher B. Barrett

Hasilnya: seiring naiknya pendapatan negara, tenaga kerja meninggalkan sektor pertanian primer seperti bertani atau beternak dan pindah ke sektor hilir seperti pengolahan, distribusi, ritel dan jasa makanan.

“Lapangan kerja di sektor hilir tetap stabil dan upahnya lebih tinggi daripada di pertanian,” tulis tim peneliti, dikutip dari Nature Food, Rabu, 24 September 2025.

Namun, ada sisi gelapnya. Perempuan lebih banyak pindah ke pekerjaan ritel dan jasa makanan yang berhadapan dengan konsumen, sedangkan laki-laki lebih sering masuk ke sektor hilir menengah yang gajinya lebih tinggi.

“Ini membuat kesenjangan upah gender makin lebar,” kata para peneliti.

Tim menganalisis data dari puluhan negara periode 1993–2021 dan mendapati perubahan tenaga kerja lebih ditentukan oleh tingkat pendapatan per kapita ketimbang produktivitas pertanian.

Temuan ini jadi peringatan bagi pembuat kebijakan untuk memperhatikan standar upah dan akses pekerjaan setara di sektor pangan.

Editor: Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal