Pangannews.id - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Singkil dalam sebulan terakhir mulai berdampak pada sektor perikanan air tawar. Sejumlah peternak ikan di Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat kolam mereka mengering.
Salah seorang peternak ikan, Didik, mengungkapkan bahwa sudah lebih dari empat minggu hujan tidak turun di daerahnya. Kondisi itu membuat debit air di kolam semakin menurun hingga akhirnya mengering dan mengancam kelangsungan hidup ikan peliharaannya.
“Sudah lebih dari satu bulan ini tidak turun hujan. Akibatnya, kolam saya kering dan ikan-ikan mulai mati,” ujar Didik.
Semula ia berencana melakukan panen ikan pada bulan November 2025. Namun, karena kondisi kolam tak lagi memungkinkan, ia terpaksa memanen lebih awal demi menghindari kerugian yang lebih besar.
“Harusnya panen bulan sebelas, tapi karena airnya makin surut, mau tidak mau saya panen sekarang. Kalau dibiarkan, ikan-ikan bisa mati semua,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemarau yang berkepanjangan membuat banyak peternak di wilayahnya mengalami nasib serupa. Ia berharap hujan segera turun agar kolam dapat kembali terisi air dan kegiatan budidaya bisa berjalan normal.
“Saya cuma berharap hujan segera turun, hari ini atau besok, supaya kolam bisa terisi lagi dan panen bisa dilakukan sesuai jadwal,” pungkasnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.