Pangannews.id - Kesejahteraan petani di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan penguatan sepanjang Oktober 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) provinsi tersebut mencapai 148,98, meningkat 1,70 persen dibanding bulan sebelumnya.
Angka itu jauh di atas batas keseimbangan 100, yang menjadi penanda bahwa pendapatan petani berada lebih tinggi dibanding biaya produksi dan konsumsi rumah tangga mereka.
Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan kenaikan ini tidak lepas dari kinerja lima subsektor penyusun NTP. Di antara subsektor tersebut, tanaman perkebunan rakyat tercatat memberikan dorongan paling besar dengan NTP mencapai 213,40.
Kenaikan harga komoditas perkebunan di sejumlah sentra membuat pendapatan petani kian menguat, terlebih ketika biaya produksi dan kebutuhan sehari-hari tidak mengalami kenaikan berarti.
Subsektor perikanan juga menunjukkan perbaikan dengan NTP berada di level 102,85, menandakan posisi daya beli nelayan dan pembudidaya ikan masih dalam kondisi surplus.
Namun, tiga subsektor lainnya bergerak melemah. Tanaman pangan berada pada angka 103,48, hortikultura 108,16, dan peternakan 107,95, yang masing-masing mengalami penurunan daya tukar dibanding bulan sebelumnya.
Meski demikian, nilai seluruhnya masih berada di atas 100, yang berarti kondisi petani di subsektor tersebut tetap relatif menguntungkan.
Yusniar menjelaskan, peningkatan NTP Kaltim pada bulan Oktober dipengaruhi kenaikan indeks harga komoditas yang dijual petani sebesar 1,76 persen, sementara indeks harga barang dan jasa yang dibeli petani hanya bertambah 0,06 persen. Situasi ini menciptakan selisih pendapatan yang lebih baik bagi petani.
Menurutnya, NTP merupakan indikator penting karena mencerminkan kemampuan petani menukar hasil panen dengan kebutuhan dasar dan biaya usaha selanjutnya.
“Semakin tinggi NTP, semakin kuat daya beli petani di perdesaan,” ujarnya.
Data pemantauan diperoleh dari enam kabupaten utama sentra pertanian di Kaltim, yakni Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara.
Sejalan dengan naiknya NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga meningkat menjadi 154,67 pada Oktober, dari sebelumnya 152,45 pada September 2025.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.