Pangannews.id - Perum Bulog mulai mematangkan persiapan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen yang menjadi proyek prioritas pemerintah. Langkah awal dilakukan dengan mengundang sejumlah BUMN Karya untuk membahas pembagian peran dan kesiapan konstruksi di Jakarta, Selasa lalu.
Pertemuan itu ikut melibatkan 11 direktur BUMN Karya. Mereka diminta menyiapkan rencana teknis pembangunan gudang penyimpanan beras dan jagung, fasilitas pengering, silo, unit penggilingan modern, hingga Rice to Rice (RTR).
Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program ini mencapai sekitar Rp5 triliun melalui skema investasi Cadangan Jagung Pemerintah 2025.
Direktur Utama Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan BUMN Karya.
Ia menyebut proyek ini sebagai langkah strategis untuk memastikan produksi pangan nasional terserap optimal.
“Mandatnya jelas, fasilitas pascapanen harus segera dibangun agar peningkatan produksi pangan bisa ditangani. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” kata Rizal.
Selain memperkuat rantai pascapanen, Bulog menargetkan sejumlah fasilitas akan ditempatkan di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Penempatan ini diharapkan memperbaiki distribusi pangan di daerah yang selama ini sulit dijangkau jaringan logistik nasional.
Proyek infrastruktur pascapanen ini juga telah mendapat payung regulasi melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani sehari sebelumnya.
SKB tersebut melibatkan Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekjen Kementerian Keuangan Heru Pambudi, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria.
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut peningkatan produksi beras sebesar 13 persen harus diimbangi kesiapan fasilitas penyimpanan dan pengolahan.
“Kalau infrastruktur pascapanen kuat, seluruh hasil panen bisa terserap,” ujarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.