Pangannew.id - Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal menilai posyandu memiliki peran strategis untuk mempercepat penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok rentan.
Ia menyebut keberadaan posyandu, bidan desa, dan tenaga gizi di setiap wilayah sebenarnya sudah cukup kuat untuk memastikan makanan bergizi sampai ke tangan ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.
Menurut Fasli, tantangan penyaluran MBG pada kelompok tersebut berbeda dengan penyaluran di sekolah yang jauh lebih terstruktur. Murid sekolah tercatat di satuan pendidikan, sementara sasaran seperti ibu hamil dan balita tersebar di berbagai titik yang tidak selalu mudah dijangkau.
“Sekolah itu terkumpul, jadi penyalurannya cepat dan rapi. Tapi kelompok yang menentukan penurunan stunting justru yang ada di seribu hari pertama kehidupan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kelompok usia 0–2 tahun merupakan prioritas global dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia mengingatkan agar pelaksanaan MBG tidak berhenti pada kelompok sekolah saja, melainkan juga memastikan distribusi tepat sasaran kepada komunitas yang paling membutuhkan.
Fasli mengusulkan agar pemerintah mengoptimalkan fasilitas yang sudah berjalan di tingkat desa. Dengan memetakan data sasaran dan menghubungkannya ke posyandu terdekat, proses distribusi dinilai akan lebih efisien.
“Kita punya jejaring sampai desa. Tinggal memastikan siapa yang membutuhkan dan di mana mereka bisa menerima makanan itu,” kata mantan Kepala BKKBN tersebut, dilansir dari Antara.
Ia juga melihat potensi dapur desa atau dapur posyandu untuk meracik menu khusus bagi ibu hamil hingga balita. Model ini dapat menjamin makanan diterima dalam kondisi segar sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.
Fasli mengingatkan, keberhasilan MBG semestinya diukur dari dampaknya pada pencegahan stunting. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap ibu hamil sangat penting karena kondisi gizi selama kehamilan mempengaruhi berat lahir serta tumbuh kembang anak.
“Kalau sejak kehamilan sudah dijaga, anak lahir dengan sehat dan risiko stunting berkurang,” ujarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.