Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Rencana Prabowo Ekspansi Sawit di Papua Picu Kritik Lingkungan

Bagikan
Rencana Prabowo ekspansi sawit di papua picu kritik lingkungan. (Foto: Pixabay)
Rencana Prabowo ekspansi sawit di papua picu kritik lingkungan. (Foto: Pixabay)

Pangannews.id - Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas perkebunan kelapa sawit di Papua sebagai bahan baku energi alternatif memantik perdebatan.

Sejumlah kalangan menilai rencana tersebut berisiko menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat adat.

Usulan itu disampaikan Prabowo dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Selasa (16/12/2025). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mendorong pengembangan tanaman penghasil etanol, seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong, guna mengejar target swasembada energi dalam lima tahun.

“Papua juga harus ditanami kelapa sawit supaya bisa menghasilkan BBM,” kata Prabowo saat memberikan arahan kepada para kepala daerah.

Prabowo beralasan, pengembangan bahan bakar berbasis sumber alternatif dapat menekan ketergantungan impor BBM. Ia memperkirakan negara berpotensi menghemat anggaran hingga Rp250 triliun per tahun jika program tersebut terealisasi.

Namun, rencana tersebut menuai kritik. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Papua menilai kebijakan tersebut berpotensi membuka hutan dan tanah adat dalam skala besar.

Direktur Eksekutif WALHI Papua, Maikel Peuki, menilai ekspansi perkebunan sawit di Papua dapat mengancam hak masyarakat adat, kelestarian hutan, serta ketahanan pangan lokal.

Menurutnya, kebijakan pembangunan seharusnya mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat setempat.

Dari parlemen, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengingatkan pemerintah agar tidak membuka kawasan hutan baru untuk penanaman kelapa sawit. Ia menegaskan pengembangan sawit hanya dapat dilakukan di lahan eksisting yang tidak menimbulkan deforestasi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas perkebunan sawit di Tanah Papua sudah berlangsung di sejumlah wilayah. Hingga Juli 2024, Papua Selatan tercatat memiliki luas perkebunan sawit terbesar, mencapai 97,77 ribu hektare.

Papua Barat memiliki sekitar 48,33 ribu hektare perkebunan sawit, disusul Papua dengan 42,17 ribu hektare. Di Papua Barat Daya, luas perkebunan sawit mencapai 38,42 ribu hektare, sementara Papua Tengah tercatat sekitar 9,37 ribu hektare.

Sementara itu, Papua Pegunungan belum tercatat memiliki aktivitas perkebunan kelapa sawit. Secara keseluruhan, luas perkebunan sawit di Tanah Papua mencapai sekitar 235,99 ribu hektare berdasarkan data BPS.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal