Pangannews.id - Serangan hama ulat kelapa meresahkan para pekebun di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Banyak pohon kelapa dilaporkan mati akibat serangan tersebut, sehingga berdampak langsung pada penurunan hasil panen dan penghasilan warga.
Kondisi itu mendorong dilakukannya sosialisasi sekaligus penyemprotan hama ulat kelapa di Dusun Tegalsari, Desa Tegalrejo, Tempursari, pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan tersebut menyasar ratusan pohon kelapa milik warga yang terindikasi terserang hama.
Camat Tempursari Arif Mustofa mengatakan, persoalan hama tanaman perkebunan tidak bisa ditangani secara parsial. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar upaya pengendalian hama berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Sinergi lintas sektor sangat penting agar permasalahan hama tanaman perkebunan dapat ditangani secara optimal dan berkesinambungan,” ujar Arif di sela kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 500 pohon kelapa ditargetkan mendapat penanganan melalui penyemprotan obat pengendali hama. Langkah ini diharapkan mampu menekan penyebaran ulat kelapa sekaligus memulihkan produktivitas kebun warga.
Selain penyemprotan, petani juga dibekali pengetahuan terkait penggunaan obat pengendali hama yang aman. Tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur memberikan sosialisasi mengenai tata cara penggunaan desinfektan agar pengendalian hama tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimcam Tempursari, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur dari Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan, serta Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tempursari.
Babinsa Tegalrejo Koramil 0821-18/Tempursari, Sertu Hartono, turut mendampingi jalannya sosialisasi dan penyemprotan. Ia menegaskan keterlibatan TNI merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah daerah di sektor pertanian dan perkebunan.
“Kami siap mendukung setiap upaya yang bertujuan membantu petani dan menjaga hasil perkebunan warga dari serangan hama,” kata Hartono.
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat. Para pekebun berharap program pengendalian hama dapat dilakukan secara rutin agar serangan ulat kelapa tidak kembali mengancam keberlangsungan perkebunan di wilayah selatan Lumajang.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.