Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kelola Jutaan Ton Beras, Bulog Libatkan BRIN Kembangkan Teknologi Gudang

Bagikan
Kelola jutaan ton beras, Bulog libatkan BRIN kembangkan teknologi gudang.
Kelola jutaan ton beras, Bulog libatkan BRIN kembangkan teknologi gudang.

Pangannews.id - Perum Bulog menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan teknologi pemeliharaan stok beras.

Kerja sama itu bertujuan menjaga kualitas cadangan beras pemerintah serta mencegah serangan hama selama masa penyimpanan.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, langkah tersebut dilakukan seiring besarnya volume cadangan beras yang dikelola Bulog pada awal 2026. Saat ini, stok cadangan beras pemerintah tercatat mencapai sekitar 3,25 juta ton yang merupakan sisa pengadaan tahun sebelumnya.

“BRIN akan mendukung Bulog dalam penerapan teknologi pemeliharaan beras ke depan. Ini bagian dari upaya menjaga kualitas stok,” kata Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Rizal belum merinci teknologi yang akan digunakan. Namun, ia menegaskan inovasi tersebut merupakan hasil riset dalam negeri dan dirancang untuk memperpanjang daya simpan beras tanpa bergantung pada teknologi impor.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi lokal diharapkan dapat meningkatkan ketahanan beras terhadap hama dan menjaga stabilitas kualitas selama berada di gudang penyimpanan.

Bulog akan melanjutkan kerja sama ini melalui pembahasan teknis bersama BRIN agar dapat diterapkan di seluruh fasilitas pergudangan.

Selama ini, Bulog menerapkan sistem pemeliharaan beras secara berlapis, mulai dari pemeriksaan harian, mingguan, hingga evaluasi berkala setiap semester. Jika ditemukan indikasi gangguan hama atau penurunan kualitas, Bulog melakukan penanganan cepat seperti fumigasi terukur agar tidak menyebar ke stok lainnya.

Langkah penguatan pemeliharaan stok ini menjadi perhatian menyusul temuan Komisi IV DPR RI terkait beras berkutu di salah satu gudang Bulog di Yogyakarta.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengungkapkan temuan tersebut saat rapat kerja dengan Kementerian Pertanian, dan menyebut beras yang ditemukan merupakan sisa stok impor tahun lalu.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal